Polisi Soal Siswi MTs Cipayung Bunuh Diri Akibat Di-bully: Sempat Sakit Ulu Hati

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan atau klik www.healing119.id.

Proses penguburan jenazah siswi MTs berusia 13 tahun di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (16/9/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Proses penguburan jenazah siswi MTs berusia 13 tahun di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (16/9/2025). Foto: Dok. Istimewa

Siswi MTs berusia 13 tahun di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, tewas gantung diri di rumahnya, Senin (15/9) pukul 17.30 WIB, diduga karena tidak kuat di-bully.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko, membenarkan soal bunuh diri tersebut.

"Betul, yang gantung diri. Jadi informasi dari Binmas, bahwa ada warganya yang meninggal dunia karena gantung diri, saya ke sana, cek, dengan unit, dengan piket ke sana, betul. Namun, pada saat saya ke sana sudah diturunkan sama kakeknya, sama warga situ," kata Edy.

Edy mengatakan, berdasarkan keterangan kakek korban, sehari sebelum kejadian, korban sempat mengeluhkan sakit di bagian ulu hati.

"Saat itu (hari kejadian) kan anak ini enggak sekolah karena sakit, hari Senin tuh. Sakit ulu hatinya, kata kakeknya. Setelah diperiksa di klinik dan berobat, naiklah (korban) ke atas ke tempat tidurnya (istirahat)," ucap Edy.

Soal dugaan bullying dan surat yang ditinggalkan korban, Edy mengatakan belum mendapatkan informasi tersebut.

"Jadi begini, yang namanya bully itu kan kita harus terbukti ya kan, benar enggak, nanti pembuktiannya saksinya siapa, yang nulis surat itu siapa, itulah yang bikin kita pabaliut (rumit) nih. Surat apa, saya ke situ enggak ada (suratnya)," ucapnya.

Tak lama setelah itu, ibu korban menelepon sang kakek agar mengecek lagi kondisi korban dan mengingatkan korban untuk salat.

"Kok kebuka nih (kamar korban), tapi enggak ada orangnya. Nah, setelah dilihat sebelah kamarnya itu ada ruang terbuka, di situ udah gantung terus teriak lah kakeknya 'Tolong, tolong!'," jelas Edy.

Soal motif korban bunuh diri, polisi masih melakukan pendalaman. Keluarga, kata Edy, menolak autopsi.

"Jadi bapak dan ibunya (tolak autopsi), sudah kejadian mau diapain lagi. Namun, tetap aja kita autopsi luar (visum). Kita bawa ke RS Polri, tetap kita bawa. Setelah kita bawa baru dimakamkan," ucap Edy.

Kertas Wasiat

Sebelumnya, dugaan korban bunuh diri karena bullying disampaikan oleh kakak sepupu korban, Neilto Daud Sabati Christian (25 tahun). Menurut Daud, ada surat yang ditinggalkan korban untuk orang tuanya.

"Tulisannya, 'Mama maafin aku, aku udah gak kuat di-bully sama teman-teman di sekolah', gitu," ujar Daud, Selasa (16/9).