Polling kumparan: 64,33% Pembaca Tertarik Jadi Volunter Tanam Mangrove

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Personel Basarnas menanam mangrove di kawasan konservasi mangrove Pantai Dupa Indah, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (23/2/2023). Foto: Mohamad Hamzah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Personel Basarnas menanam mangrove di kawasan konservasi mangrove Pantai Dupa Indah, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (23/2/2023). Foto: Mohamad Hamzah/ANTARA FOTO

Sebanyak 64,33 persen atau 938 pembaca kumparan tertarik mengikuti kegiatan sukarelawan menanam mangrove. Angka ini diperoleh berdasarkan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 26 Desember 2024-26 Januari 2025.

Total ada sebanyak 1.458 responden yang menjawab polling ini. Sementara, 35,67 persen atau 520 pembaca yang tak tertarik mengikuti kegiatan ini.

embed from external kumparan

Akhir-akhir ini kegiatan menanam mangrove bersama marak diadakan. Mulai lembaga swadaya masyarakat hingga pemerintah turut menyelenggarakan acara menanam bersama.

Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terbesar di dunia yang luasnya mencapai 3,2 juta hektare. Ada lima jenis (genus) mangrove dan sekitar 202 spesies yang banyak ditemukan di wilayah pesisir. Setiap jenis mangrove mempunyai ciri khasnya masing-masing, dan yang terpenting, mempunyai manfaat yang luar biasa.

Menanam mangrove bersama komunitas lebih sering dilakukan karena tempatnya yang mudah diakses, yaitu di pesisir pantai. Tidak seperti menanam jenis pohon lainnya yang harus mencari lahan kosong atau hutan.

Selain bertujuan untuk melindungi alam, berkegiatan menanam mangrove bersama komunitas juga merupakan aktivitas yang dapat diikuti siapa saja untuk mengisi waktu luang dan berjejaring dengan orang lain. Mangrove yang hidup di pesisir pantai awalnya dikenal hanya sebagai pencegah abrasi.