Polling kumparan: 71,55% Pembaca Tak Setuju 'War Tiket' untuk Berangkat Haji
·waktu baca 3 menit

Sebanyak 71,55 persen atau 347 pembaca kumparan tak setuju dengan wacana Menhaj soal sistem 'war tiket' untuk berangkat haji. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 10 sampai 17 April 2026.
Total ada 485 responden yang menjawab polling ini. Sementara itu, terdapat 28,45 persen atau 138 responden yang setuju untuk 'war tiket' untuk berangkat haji.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, melemparkan wacana naik haji dengan sistem 'war tiket', bukan sistem antrean (waiting list) seperti yang berjalan saat ini.
Wacana itu disampaikan Gus Irfan dalam Pembukaan Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M, Rabu (8/4).
Hadir dalam kesempatan itu antara lain Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, dan Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang.
“Jujur, ketika kita bicara tentang antrean, pemikiran kami di Kementerian Haji —terutama pemikiran dari Wamen saya yang sangat progresif itu —muncul apakah perlu antrean yang begitu lama, apakah tidak perlu dipikirkan bagaimana kita kembali ke zaman-zaman sebelum ada BPKH?” ujar Gus Irfan dikutip dari akun Kemenhaj, Kamis (9/4).
Selang beberapa hari, akhirnya Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) buka suara soal ramainya wacana ‘war tiket’ haji saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Selasa (14/4).
Dia mengaku menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas polemik ‘war tiket’ haji ini.
“Yang sempat rame ini, saya akui 'war tiket', 'war tiket' ini memang wacana yang sedang kita bahas di Kementerian Haji dan kalau kita ditanya siapa yang bertanggung jawab, sayalah orang yang pertama melontarkan istilah 'war tiket' ini,” ucap Gus Irfan.
Dalam rapat itu, para anggota meminta Kemenhaj agar tak terlebih dahulu membahas soal itu dan lebih fokus menyukseskan penyelenggaraan haji 2026 terlebih dahulu.
Gus Irfan sepakat dan akan menutup sementara pembahasan wacana itu sampai Haji 2026 selesai.
“Kalau itu dianggap sebagai terlalu prematur, ya akan kita tutup dulu sampai hari ini, sambil kita menyelesaikan haji kita yang sudah di depan mata,” tandasnya.
Ia juga memastikan bahwa skema ‘war tiket’ haji yang tengah diwacanakan terjadi, itu tak akan menghanguskan antrean haji yang tengah berlangsung.
“Yang jelas antrean tidak akan kita hanguskan. Itu tetep jadi buat jemaah, jemaah yang udah antre 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun enggak perlu khawatir,” ucap Gus Irfan di DPR, Selasa (14/4).
Gus Irfan menegaskan, war tiket haji masih merupakan wacana yang tengah dibahas. Tujuannya untuk memangkas waktu tunggu.
“Yang jelas kita butuh terobosan-terobosan untuk memangkas antrean yang panjang ini,” ucap Gus Irfan.
