Polri Bekuk Sindikat Narkoba Malaysia-Riau, Sita 29 Kg Sabu dan 19 Ribu Ekstasi
ยทwaktu baca 2 menit

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi di Kota Pekanbaru, Riau. Tiga orang pelaku dibekuk.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita 30 bungkus plastik berukuran besar berisi sabu seberat 29.980,65 gram dan 19.730 butir ekstasi.
Adapun ketiga pelaku yang ditangkap yakni Wahyu Hidayat, Juliadi sebagai kurir dan Harry Febrizal Putra yang berperan sebagai koordinator kurir. Harry diketahui merupakan narapidana yang sedang menjalani hukuman di Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai.
Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, mengatakan para pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Nelayan Ujung, Riau, dan di Jalan Karya Bakti pada Jumat (10/4) malam.
"Berdasarkan Laporan Informasi Nomor LI/86/II/2026/Subdit IV, Tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai akan adanya transaksi narkoba jenis sabu dan ekstasi jaringan Malaysia-Riau dalam jumlah besar," ujar Eko dalam keterangannya, Senin (13/4).
Polisi pun mencurigai tiga orang laki-laki pengendara sepeda motor di sekitar Jalan Nelayan Ujung dan melihat mereka mengambil tas di dalam mobil jenis Multi Purpose Channel (MPV) pada pukul 20.00 WIB.
"Ketika melihat tim bergerak mendekat, para terduga pelaku melarikan diri ke arah yang berbeda-beda dengan kendaraan masing-masing, kemudian tim melakukan pengejaran," sebut Eko.
Berdasarkan keterangan para pelaku, lanjut Eko, Wahyu dihubungi Harry untuk menjemput narkoba di dalam mobil tersebut. Penjemputan itu dilakukan oleh Wahyu dengan Juliadi dan satu pelaku lainnya yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO), yakni Handoko.
"Apabila berhasil akan mendapatkan upah sebesar Rp 50 juta dari terduga pelaku Harry Febrizal Putra," ujar Eko.
Eko mengatakan, barang haram itu milik seseorang WN Malaysia. Rencananya sabu dan ekstasi itu akan dibawa ke Madura.
"Didapatkan dari bos Malaysia inisial V untuk selanjutnya akan dikirim ke Madura keesokan harinya, menunggu kuda dari Madura tiba ke Pekanbaru untuk membawa narkotika tersebut," ungkap Eko.
