Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Telepon dari Nomor +242 dan +77

Waspadalah ketika mendapat panggilan dari nomor seluler yang memakai kode negara. Jika nomor itu tak dikenal, sebaiknya tak perlu diangkat, apalagi ditelepon balik, karena panggilan itu berpotensi menguras pulsa.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto menyampaikan, saat ini sedang marak di luar negeri modus kejahatan berupa panggilan telepon yang dapat menyedot pulsa penerima telphone.
“Nomor telepon palsu, saya sampaikan bahwa ini setidaknya menyerang Indonesia, tetapi menyerang beberapa belahan dunia. Pelaku-pelakunya diidentifikasi dari beberapa negara yakni Afrika,” kata Setyo di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (4/4).
Polri mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan menerima panggilan telepon dari luar negeri dengan kode-kode tertentu. Salah satu kode prefiks yang sering muncul adalah +242 dari Republik Kongo hingga +77 dari negara Kazakhstan.
“Kami dari Polri tentunya menyampaikan, mengimbau kepada masyarakat supaya kode-kode tertentu seperti +242 dan sebagainya itu sebaiknya tidak diterima,” ujar Setyo.
Setyo mencontohkan kasus serupa juga terjadi di negara Kanada yang memakan korban seorang anak dan ibunya. Dijelaskan Setyo, saat itu panggilan telepon berulang kali tanpa ada suara.
“Di Kanada itu ada sorang anak mungkin SD. Teleponnya itu ditelepon dari kode nomor kode lokasi negaranya itu yang tidak dikenal. Beberapa kali kemudian orang tuanya ditelepon, begitu orang tuanya menelpon (kembali), itu seperti dimatikan, itu menyedot semua pulsa dia,” ujar Setyo.
Kendati demikian, Setyo memastikan belum ada laporan yang masuk ke pihaknya terkait kasus telepon sedot pulsa meski kasus itu sedang marak terjadi di luar negeri.
“Kami sedang selidiki bagaimana mekanisme atau tekhnologinya mereka bisa menyedot atau mengambil pulsa-pulsa kita atau merugikan pengguna telphone yang dipicu,” tandasnya.
