Polri: Teroris Bom Makassar Berbaiat ke JAD di Markas FPI

kumparanNEWSverified-green

comment
45
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota polisi mengumpulkan sisa serpihan ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Anggota polisi mengumpulkan sisa serpihan ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO

Polri terus memburu kelompok teroris yang meledakkan bom di gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Dari hasil penangkapan sejumlah tersangka, diketahui, kelompok teroris ini sempat berbaiat dengan JAD, ISIS di markas FPI.

"Ikut kajian dan berbaiat di Markas FPI yang merupakan markas yang merupakan organisasi terlarang. Diikuti Ustaz Basri," kata Kabag Penum Div Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (30/3).

Kabag Penum Div Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan. Foto: Antara/HO/Polri

Ramadhan mengatakan Densus 88 terus sudah berhasil menangkap 7 orang tersangka teroris yang terkait dengan aksi bom bunuh diri di Katedral. Itu belum termasuk 2 pelaku bom bunuh diri yang sudah tewas. Mereka memang sudah merencanakan aksi itu sebelumnya.

"Jadi sudah direncanakan rencana amaliyah itu," tambah dia.

Anggota polisi berjada di ruas jalan menuju Gereja Katedral Makassar yang menjadi lokasi ledakan bom di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO

7 Tersangka teroris yang ditangkap di Sulawesi Selatan setelah bom bunuh diri di Katedral, yakni AS alias Eka alias AL, SAS, R alias M, Andri alias AN, M, MM, dan MAN.

Mereka melakukan berbagai peran masing-masing mulai merencanakan aksi, survei, hingga memberi motivasi kepada Lukman dan Dewi sebelum melakukan aksi bom bunuh diri.

"Jadi 7 proses penyidikan dan 2 meninggal. Total 9," ucap dia.

collection embed figure

***

Saksikan video menarik berikut ini: