Polri Usul Pemprov DKI Tutup Kafe di Senopati yang Jadi Sarang Transaksi Narkoba

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa. Foto: Dok. Istimewa

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa, mengusulkan agar Pemprov DKI menutup kafe KLOUD Sky Dining and Lounge yang berada di Senopati, Jakarta Selatan.

Hal ini disampaikannya menyusul ditemukannya sejumlah ekstasi di lokasi tersebut saat razia pada Sabtu (18/11) malam. Dari penyelidikan awal, diduga kafe tersebut diduga digunakan sebagai tempat transaksi narkoba.

"Kemungkinan ya [ada transaksi narkoba], makanya kita akan hubungi Pemda DKI untuk mencabut izinnya, karena dia sudah melanggar aturan menjual ada narkoba di tempat dia, lepas tahu enggak tahu, enggak mungkin dia enggak tahu. Kita akan mendalami, kita akan minta Pemda DKI untuk mencabut izinnya," tutur Mukti di Mabes Polri, Senin (20/11).

Garis polisi terpasang di salah satu tempat hiburan di Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (19/11/2023). Foto: Hedi/kumparan

Dia mengaku melayangkan surat penutupan tersebut hari ini menyusul ditemukannya 8 butir ekstasi dengan 3 di antaranya telah diakui milik 2 orang pengunjung.

"Akan surat hari ini kita bersurat ke Pemprov DKI coba dipertimbangkan, dikaji apakah dicabut izinnya karena narkotikanya banyak 8 butir di situ 3 butir di dalam ketangkap juga yang punya cewe lagi inisialnya A sama O kita lagi dalami," katanya.

Garis polisi terpasang di salah satu tempat hiburan di Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (19/11/2023). Foto: Hedi/kumparan

Polisi telah menyegel kafe yang belum lama buka itu. Garis polisi telah dipasang di pintu kafe yang berada di lantai 3 Graha Tirtadi.

Selain penyegelan, polisi telah memeriksa CCTV dan mendapati 2 wanita (A dan O) yang merupakan pemilik dari 3 dari 8 butir ekstasi yang ditemukan saat razia. Mereka kini ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Yang kita kejar sekarang bandar nih, bandar yang menjual," tutup Mukti.