Potongan Tangan Manusia Ditemukan dalam Perut Hiu di Reunion Island

8 November 2019 10:18
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi serangan ikan hiu. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi serangan ikan hiu. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Potongan tangan manusia ditemukan dalam perut seekor hiu yang ditangkap di Reunion Island. Setelah diselidiki, ternyata itu adalah tangan seorang turis Inggris yang dinyatakan hilang.
ADVERTISEMENT
Diberitakan The Independent, Kamis (7/11), hiu macan itu ditangkap di Samudera Hindia oleh Centre de Securite Requin (CSR) untuk tujuan penelitian. Setelah diperiksa, di dalam perut itu terdapat potongan tangan manusia.
Identitas pemilik tangan itu diketahui dari cincin kawin di jarinya. Tangan tersebut adalah milik turis Skotlandia berusia 44 tahun yang hilang ketika menyelam di Laguna Hermitage pada akhir pekan.
Autopsi tengah dilakukan apakah korban tewas akibat diserang hiu atau karena tenggelam lalu jasadnya jadi santapan hiu.
Hiu macan. Foto: Albert kok/Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Hiu macan. Foto: Albert kok/Wikimedia Commons
Reunion Island adalah bagian dari wilayah Prancis di Afrika. Sejak 2011, pemerintah Reunion telah menyatakan adanya "krisis hiu" seiring meningkatnya serangan hiu di wilayah tersebut.
Dalam delapan tahun terakhir saja ada 24 serangan hiu yang dilaporkan, 11 di antaranya merenggut nyawa korban. Kebanyakan korban adalah peselancar. Berbagai insiden ini berbuntut larangan berenang dan berselancar di Reunion pada 2013. Aktivitas itu hanya boleh dilakukan di laguna dangkal.
ADVERTISEMENT
Presiden Prancis Emmanuel Macron bulan lalu mengatakan ingin agar Reunion Island jadi tempat olahraga air pada 2022. Tapi sebelum itu, dia ingin memastikan bahwa kondisi air aman dari pemangsa.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020