PPP Koalisi dengan PDIP di Pilgub Jateng 2018

Ketua Umum PPP Djan Faridz mengaku bahwa partainya sudah mempersiapkan calon gubernur di Pilgub Jawa Tengah 2018 mendatang. Djan juga mengungkapkan dalam Pilgub Jateng itu, PPP akan bergabung dengan PDIP.
Namun, PPP mengajukan syarat dalam mengusung cagub bersama PDIP di Pilgub Jateng. Ia ingin ada teken kontrak, sama seperti waktu mendukung Basuki Tjahja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI.
"Pilkada Jateng InsyaAllah kita akan bergabung dengan PDIP. Saya sudah komitmen kita akan dengan PDIP," kata Djan Faridz di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nely, Kemanggisan, Jakarta Barat, Jumat (17/3).
"Tapi saya bilang calon yang diusung tersebut harus teken kontrak dengan PPP seperti Ahok," lanjut dia.
Baca juga: Ganjar Pranowo Kandidat Kuat PDIP untuk Jateng-1
Teken kontrak, lanjut Djan, menjadi syarat utama PPP mengusung cagub bersama PDIP. Selain itu juga menurut Djan, pemimpin itu nantinya akan membawa rakyat menuju Tuhan.

Djan juga menegaskan pemimpin itu harus bisa memperbaiki masjid, tempat wudhu, gaji ustad, dan gaji ustazah.
"Itu syarat utamanya. Syarat untuk mensejahterakan umat Islam, apa yang salah sih? Kan Indonesia ini umat Islamnya 85 persen," ucap Djan.
"Masa sih cuman minta perbaikan masjid, tempat wudhu, gaji ustad, gaji ustadzah. Mereka itu kan yang paling banyak memimpin kita menuju Tuhan, masa sih gak dapat?" imbuhnya.
Baca juga: Sekjen PDIP: Ganjar Jadi Prioritas di Pilgub Jateng 2018
Untuk itu, PPP siap mendukung apa pun keputusan PDIP terkait Pilkada Jateng. Namun bila cagub pilihan PDIP tak ingin teken kontrak, maka PPP cari yang lain.
"Syarat pertama bahwa si Ganjar harus teken kontrak politik. Kalau enggak, buat gua kabur, cari yang lain," tegas Djan.
Tetapi Djan percaya kalau PPP punya kesamaan pendapat dengan PDIP. "Tapi itu enggak mungkin saya yakin kita sudah punya kesepakatan pendapat dengan PDIP," tuturnya.
