Prabowo: Kita Tak Boleh jadi Bangsa Terlalu Santai, Ini Kumaha Engke

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh pihak lebih agar giat dalam bekerja. Menurutnya, Indonesia tak boleh menjadi bangsa yang terlalu santai.

"Kita tidak boleh jadi bangsa yang terlalu santai, mari kita koreksi diri kita bangsa kita terlalu banyak diberikan Yang Maha Kuasa. Maka kita ini kumaha engke," ujar Prabowo dalam rapat kerja pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4).

Prabowo menuturkan, pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut cadangan minyak negara dalam kondisi aman tak bisa dijadikan acuan untuk bersantai-santai.

"Pak Bahlil bilang aman jadi tenang. Aman bukan berat kita santai-santai, kita bekerja, kita waspada," tuturnya.

Sejumlah pejabat Eselon I K/L dan Dirut BUMN mengikuti rapat kerja pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Prabowo menilai, krisis minyak dunia yang terjadi di tengah perang Timur Tengah merupakan sebuah peluang.

"Krisis ini bagi saya adalah sebuah peluang, krisis kesulitan tantangan hambatan, rintangan adalah peluang, membuat kita harus bekerja lebih baik harus bekerja lebih efisien tidak boleh boros, tidak boleh ada kebocoran, tidak boleh ada korupsi," tegasnya.