Prabowo Puji Kejagung Selamatkan Rp 13 T: Pas Setahun Saya Presiden, Tanda Baik

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat penyerahan uang sitaan Rp 13,2 T kasus CPO di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/10/2025).  Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat penyerahan uang sitaan Rp 13,2 T kasus CPO di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/10/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung usai berhasil memulihkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 13,2 triliun dari kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO). Uang itu pun telah diserahkan ke negara.

Prabowo menyebut, pemulihan kerugian keuangan negara itu menjadi pertanda baik baginya di momen satu tahun memimpin pemerintahan. Penyerahan uang dilakukan secara simbolis oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (20/10).

Hari ini bertepatan dengan satu tahun usia pemerintahan Prabowo-Gibran. Prabowo menyaksikan langsung prosesi penyerahan uang yang berhasil diselamatkan Kejagung dari korupsi itu.

"Kebetulan ini pas satu tahun saya dilantik sebagai presiden. Jadi, saya apa, saya merasa ini istilahnya tanda-tanda baik," kata Prabowo dalam sambutannya.

Ia menyebut, upaya yang dilakukan Kejagung tersebut juga bukti kerja keras instansi adhyaksa dalam membantu negara menyelamatkan kekayaan.

"Di hari satu tahun, saya menyaksikan pemerintah Indonesia, kejaksaan sebagai bagian dari pemerintah Indonesia memperlihatkan dan membuktikan kepada rakyat kerja keras, kerja yang gigih, yang berani, sehingga bisa membantu negara menyelamatkan kekayaan," tutur dia.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba untuk menyaksikan penyerahan uang sitaan sebesar Rp 13,2 T dalam kasus korupsi CPO di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga meminta agar Kejagung tidak berhenti untuk mengejar kekayaan negara yang dikorupsi. Dia menyinggung uang Rp 13 triliun yang diserahkan Kejagung bisa untuk membantu perbaikan hidup masyarakat.

"Ingat, kalau kita lihat ini, ini sama dengan 8 ribu sekolah kita perbaiki, 5 juta nelayan bisa hidup, 5 juta dengan uang yang ada di sini," ucap dia.

"Saya ini greget, saya ingin kalau bisa kita kejar lagi itu ya, kekayaan yang diselewengkan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Prabowo meyakini bahwa bangsa Indonesia akan bisa bangkit jika mampu mengelola kekayaannya dengan baik.

"Bangsa Indonesia sangat kaya. Sangat kaya, kalau kita bisa kelola dengan baik, kalau kita punya keberanian untuk kelola dengan baik, Indonesia akan cepat bangkit. Saya percaya itu, saya yakin itu," kata Prabowo.

Adapun total uang yang diserahkan itu yakni sebesar Rp 13,2 triliun. Uang itu merupakan sitaan dari tiga terdakwa korporasi kasus CPO, yakni Wilmar Group, Permata Hijau Group, dan Musim Mas Group.

Penyerahan uang dilakukan secara simbolis oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Proses itu juga disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Tumpukan uang itu terlihat di salah satu sudut Gedung Kejaksaan Agung. Saking banyaknya uang tampak menggunung. Burhanuddin mengungkapkan, tumpukan uang yang dipamerkan hanya sebesar Rp 2,4 triliun.

"Jumlahnya ini Rp 13,255 T, tapi tidak mungkin kami hadirkan semua. Kalau Rp 13 T kami mungkin tempatnya yang tidak memungkinkan, jadi ini sekitar Rp 2,4 T," tutur Burhanuddin dalam kesempatan yang sama.