kumparan
5 Sep 2019 22:55 WIB

Prabowo-SBY Beri Saran soal Papua ke Jokowi Lewat Hendropriyono

AM. Hendropriyono Foto: Andre Josua/kumparan
Ketua Umum Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhyono (SBY) telah memberikan masukan-masukan terkait konflik yang terjadi di Papua. Masukan itu disampaikan melalui mantan Kepala BIN AM Hendropriyono.
ADVERTISEMENT
Hendro telah bertemu Prabowo untuk membahas konflik Papua Kamis (5/9) malam. Sebelumnya, Hendro mengaku telah bertemu dengan SBY. Dalam pertemuan itu, kata Hendro, keduanya memberi masukan soal Papua.
"Masukannya (dari Prabowo dan SBY) kita semua bersatu, di era informasi ini kita harus menghadapi hoaks-hoaks yang tidak bertanggungjawab, tidak ada penanggungjawabnya. Karena itu kita harus bersama-sama rakyat menghadapinya," kata Hendro usai bertemu Prabowo di kediamannya, Senayan Residence, Jakarta Selatan.
Hendro menjelaskan upaya menebar hoaks tak hanya berskala nasional tapi juga internasional. Sehingga, upaya memerangi hoaks harus dilakukan dengan masif.
"Karena sasaran dari hoaks yang mereka lempar untuk menggalang opini umum nasional maupun internasional ini tidak terbatas, makanya kita melawannya juga tidak terbatas," imbuh Hendro.
ADVERTISEMENT
Hendro meyakini, Prabowo dan SBY adalah orang yang sangat berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sehingga masukan-masukan yang diberikan pasti bermanfaat dan berguna untuk pemerintah.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Dewan Kehormatan PKPI AM Hendropriyono. Foto: Ricad Saka/kumparan
"Menurut saya masukan-masukan sangat patriotik semuanya ini mendukung pemerintah menyelesaikan masalah Papua yang saat ini sedang mengemuka dengan sebaik-baiknya. Saya rasa ini sudah pikirannya banyak orang yang berpengalaman, para pemimpin bangsa," jelasnya.
Oleh karena itu, Hendro meminta agar seluruh rakyat Indonesia bersatu padu untuk menyelesaikan konflik di Papua. Khususnya, melawan hoaks-hoaks yang bisa memecah belah kesatuan dan persatuan NKRI serta membuat konflik di Papua makin buruk.
"Melawan hoaks ini kita perang di dunia maya, kita satu per satu orang ini harus melawan, bersama-sama melawan. Yang mempersatukan kita cuma satu, ideologi, yaitu Pancasila, kebhinekaan," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan