Prabowo soal Lawatan ke 7 Negara: Butuh Keliling, Pelajari Alutsista

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) memberikan hormat saat kunjungan kerja ke Jepang.  Foto: Dok. Kementerian Pertahanan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) memberikan hormat saat kunjungan kerja ke Jepang. Foto: Dok. Kementerian Pertahanan

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah melawat ke 7 negara selama tiga bulan masa kerja kabinet kerja Presiden Jokowi. Hal itu, juga mendapatkan kritikan dari PKS.

Prabowo mengatakan dirinya membutuhkan kunjungan kerja untuk membuka kemungkinan kerja sama dengan negara lain. Selain itu, kata dia, kunjungan juga bermaksud untuk mempelajari alutsista yang dimiliki mereka.

"Memang kita butuh untuk keliling, menjajaki kemungkinan-kemungkinan. Kita harus pelajari alutsista yang ada," kata Prabowo di Gedung DPR, Senayan, Senin (20/8).

kumparan post embed

Tak hanya itu, mantan Danjen Kopassus itu mengatakan kunjungan kerja juga bertujuan untuk meminta dukungan negara lain demi menjaga kedaulatan negara. Sebab, menurut dia, belum tentu sejumlah negara memberikan izin Indonesia untuk membeli alutsista yang dimiliki.

"Kemudian kita juga harus minta dukungan dari negara-negara lain karena belum tentu alutsista itu diberi kepada kita untuk dibeli," tutup dia.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Menhan China, Jenderal Wei Fenghe. Foto: Koran KBRI Beijing

Sejumlah negara yang telah dikunjungi Prabowo yakni Malaysia, Thailand, Turki, China, Filipina, Jepang, dan Prancis.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengingatkan Prabowo soal pidato kenegaraan Jokowi pada 16 Agustus 2019 yang meminta seluruh pejabat negara untuk meminimalkan kunjungan ke luar negeri.