Pramono Dukung Bareskrim Sikat Markas Judol 320 WNA di Hayam Wuruk

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/5/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/5/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Bareskrim Polri yang menggerebek kantor judi online yang dijalankan warga negara asing (WNA) di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Gedung perkantoran tersebut digerebek Bareskrim Polri pada Sabtu (9/5) lalu dan mengamankan 320 WNA.

Pram mengatakan, Pemprov DKI Jakarta mendukung tindakan tegas polisi dalam memberantas praktik judi online yang dinilai meresahkan masyarakat.

“Pemerintah DKI Jakarta memberikan support dukungan sepenuhnya atas tindakan tegas yang diambil oleh aparat penegak hukum, terutama kepolisian untuk melakukan penggerebekan dan kemudian juga penyitaan,” ujar Pram kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/5).

Ia berharap penindakan terhadap praktik judi online tidak dilakukan setengah-setengah agar menimbulkan efek jera bagi para pelaku.

Personel kepolisian menggiring sejumlah tersangka kasus perjudian daring di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta, Minggu (10/5/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Dan mudah-mudahan tindakan ini tidak setengah-setengah, sehingga kemudian bisa menimbulkan efek jera bagi siapa pun yang akan mempunyai keinginan untuk melakukan judi online di Jakarta,”

Terkait fakta bahwa praktik judi online tersebut beroperasi di gedung perkantoran dan memanfaatkan dua lantai yang terdata kosong, Pram menilai aktivitas itu memang dilakukan secara tersembunyi dan tidak memiliki izin resmi.

“Ya, ini namanya juga judol, dan ini pasti gelap, dan ini pasti enggak ada izin, dan pasti tindakan ini juga melanggar hukum,” ucapnya.

Karena itu, Pemprov DKI mendukung penuh apabila aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman berat terhadap para pelaku.

“Maka dengan demikian Pemerintah DKI Jakarta memberikan support sepenuhnya apabila kemudian aparat penegak hukum mengambil tindakan atau hukuman sekeras-kerasnya terhadap pelaku ini,” kata Pram.

Personel kepolisian menggiring sejumlah tersangka kasus perjudian daring di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta, Minggu (10/5/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Ia mengatakan, praktik judi online telah menimbulkan dampak sosial yang serius, terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah dan tingkat pendidikan rendah.

“Judol itu sudah memberikan dampak yang sangat negatif terutama bagi warga yang tidak berpendidikan, tidak mampu, dan mereka tertarik dengan sesuatu yang iming-iming tetapi sebenarnya ini sangat-sangat merugikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Wira Satya Triputra mengatakan, para WNA yang diamankan memiliki peran yang berbeda-beda.

“Perannya macam-macam, ada yang telemarketing, ada customer service, ada juga yang bagian admin ataupun termasuk yang penagihan,” kata Wira kepada wartawan di kawasan perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Minggu (10/5).

Personel kepolisian menggiring sejumlah tersangka kasus perjudian daring di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta, Minggu (10/5/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Meski demikian, polisi masih mendalami struktur jaringan dan pembagian tugas secara rinci dari para pelaku tersebut. Polisi juga belum memastikan siapa pemilik utama bisnis judi online itu maupun pihak yang menyewa gedung operasional di Hayam Wuruk.

“Masih penelusuran lagi, pendalaman. Kita masih koordinasi baik dengan PPATK maupun stakeholder terkait lainnya,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengawasan Ditjen Imigrasi Arief Eka Riyanto mengatakan, seluruh WNA yang diamankan sementara dititipkan di dua lokasi berbeda sambil menunggu proses hukum dan pendalaman lebih lanjut.

Personel kepolisian menggiring tersangka kasus perjudian daring di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta, Minggu (10/5/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Sebanyak 96 WNA perempuan dititipkan di ruang detensi Ditjen Imigrasi di Kuningan, Jakarta Selatan. Sedangkan 224 WNA laki-laki ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Kalideres, Jakarta Barat. Sementara 1 WNI diamankan di Bareskrim Polri.

“Untuk sementara mereka dititipkan di Rumah Detensi dan Ruang Detensi Imigrasi yang terletak di Jakarta Barat dan Kuningan sambil menunggu proses lebih lanjut dari teman-teman kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Arief.

Ditjen Imigrasi juga akan melakukan pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran keimigrasian, termasuk menelusuri pihak sponsor dan penjamin para WNA tersebut.