Pramono soal Warga Lompat Pagar Stasiun Cikini: Akan Perbanyak Pintu-Buat JPO
·waktu baca 2 menit

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung polemik pagar Stasiun Cikini. Kini pagar ditinggikan agar warga tak lagi loncat pagar.
Pramono mengatakan, akan ada jembatan penyeberangan orang di Stasiun Cikini. Ini untuk mengakomodir penumpang yang mau keluar dan melanjutkan perjalanan dengan transportasi lain.
“Jadi, usulan untuk mempermudah, termasuk memberikan JPO itu, kami pertimbangkan," kata Pramono saat ditemui di Taman Margasatwa Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (14/8).
Pramono mengatakan, banyak warga yang turun dari Stasiun Cikini akan melanjutkan ke transportasi umum lainnya. Warga merasa pintu yang sekarang terlalu jauh. Karena itu, akses pintu juga akan ditambah.
"Tapi dalam waktu dekat, pintunya yang diperbanyak,” tambah eks Seskab itu.
Namun, Pramono tidak menjelaskan apa sudah berkomunikasi dengan PT KAI terkait penambahan pintu Stasiun Cikini.
Sebelumnya, pagar pedestrian sepanjang sekitar 240 meter di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, ditinggikan menjadi 1,7 meter dari sebelumnya hanya tinggi 1 meter.
Peninggian pagar itu dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia Daop 1 bersama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Tujuannya untuk mencegah penumpang kereta rel listrik (KRL) melompati pagar tersebut karena membahayakan keselamatan.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko mengatakan proyek peninggian ini mulai dikerjakan Sabtu (9/8) dan masih dalam proses pengerjaan.
“Sebelumnya (tinggi pagar satu meter, sesudah (ditinggikan) menjadi 1,7 meter,” kata Ixfan Hendriwintoko, Senin (11/8).
Namun, masih banyak penumpang yang memilih melompati pembatas jalan di Stasiun Cikini yang belum ditinggikan.
