Pramono Surati Adhi Karya-Kejati Jakarta untuk Bongkar Tiang Monorel Mangkrak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bus TransJakarta melintas di dekat tiang bekas proyek monorel Jakarta di kawasan Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Minggu (15/6/2025).  Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bus TransJakarta melintas di dekat tiang bekas proyek monorel Jakarta di kawasan Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Minggu (15/6/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku telah bersurat ke kontraktor Adhi Karya dan pihak Kejaksaan Tinggi Jakarta untuk membongkar tiang monorel yang mangkrak.

Pramono menyebut, pembongkaran tiang monorel terbengkalai ini akan dilakukan setelah mendapatkan saran dari Kejaksaan.

"Kami sedang menunggu saran aparat penegak hukum. Saya sudah menulis surat dan saya sudah ketemu sama Adhi Karya," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (23/7).

Warga berjalan di dekat tiang bekas proyek monorel Jakarta di kawasan Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Minggu (15/6/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Namun, Pramono mengatakan, ada saja pihak-pihak yang menjadi hambatan dalam rencana pembongkaran tiang ini. Namun dia tak merinci siapa pihak tersebut.

"Dan selalu biasa lah di Jakarta ini, kalau ada keinginan untuk menyelesaikan, muncullah orang-orang yang dulu merasa punya kontribusi. Tapi saya yang begitu-begitu saya tidak peduli," tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengunjungi tanggul mitigasi banjir rob di Muara Angke, Kamis (12/6/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Pemprov DKI Jakarta saat ini memang hendak membongkar tiang-tiang monorel terlihat terbengkalai di sekitar Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan hingga Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat. Akan dilakukan perluasan jalan usai tiang-tiang tersebut dibongkar.

Proyek monorel Jakarta sebelumnya diresmikan oleh Presiden RI Megawati Soekarnoputri serta Gubernur Jakarta Sutiyoso pada 2004 lalu. Namun, di era Gubernur DKI Fauzi Bowo, proyek ini dihentikan dengan alasan keuangan.