Presiden Azerbaijan Angkat Istrinya Sendiri Sebagai Wakil Presiden

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev mengangkat istrinya Mehriban Aliyev sebagai wakil presiden negeri tersebut. Keputusan ini ditetapkan setelah presiden meluncurkan sebuah dekrit yang diluncurkan dalam website kepresidenan pada Selasa (21/2).
Dilansir Reuters, Mehriban diangkat untuk mengisi salah satu dari dua kursi kosong jabatan wakil presiden. Azerbaijan memiliki dua posisi wakil presiden yaitu 'wakil presiden' dan 'wakil presiden pertama'. Jabatan yang disebut kedua adalah jabatan yang lebih senior. Kedua posisi ini ada untuk membantu kinerja presiden.
Menurut konstitusi, peran 'wakil presiden pertama' begitu vital yaitu sebagai orang kedua di kekuasaan. Selain itu, 'wakil presiden pertama 'adalah sebagai pengganti presiden ketika melakoni kunjungan ke luar negeri.
Meski demikian, ada kemungkinan perubahan peran wakil presiden jika Mehriban yang menduduki posisinya. Hal ini disebabkan watak presiden Ilham Aliyev yang sedikit otoriter.
Sebelumnya, Ilham Aliyev menjalankan referendum yang bisa melanggengkan kekuasaannya. Pemerintah Azerbaijan mengeluarkan kebijakan yang memperpanjang masa tugas presiden dari lima tahun hingga tujuh tahun. Pemilihan sebelumnya juga ikut menghapus peraturan soal pembatasan masa bakti presiden.
Negara-negara Eropa dan kelompok advokasi isu Hak Asasi Manusia menyoroti pemerintah Azerbaijan yang kerap melakukan pengekangan terhadap rakyatnya. Ilham Aliyev telah berkuasa sejak tahun 2003 menggantikan ayahnya Heydar yang memimpin negeri kaya minyak tersebut sejak 1993.
Ilham dan Mehriban Aliyev akan menjadi pasangan berikutnya yang mampu menduduki kursi presiden Azerbaijan. Negara lain yang memiliki presiden dan wakil presiden suami istri adalah Nikaragua. Namun terpilihnya pasangan suami istri tersebut ditempuh melalui cara konstitusional. Daniel Ortega dan Rosario Murillo terpilih untuk ketiga kalinya dalam pemilu 2016.
