Presiden Brasil Sindir Efektivitas Vaksin Sinovac Hanya 50,4%: Ini Bagus Kan?

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Foto: Sergio LIMA / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Foto: Sergio LIMA / AFP

Presiden Brasil Jair Bolsonaro menanggapi soal hasil uji klinis tahap akhir vaksin Sinovac asal China pada Selasa (12/1). Hasilnya, vaksin Sinovac dinyatakan hanya memiliki tingkat efektivitas sebesar 50,4 persen.

Bolsonaro selama ini memang meremehkan efektivitas vaksin Sinovac. Menurutnya, vaksin Sinovac tidak akan mampu mengatasi pandemi COVID-19 di negaranya.

Setelah hasil uji klinis keluar dan tidak sesuai dengan harapan, ia mengatakan selama ini dia telah difitnah secara tidak adil karena terus mempertanyakan kemanjuran vaksin Sinovac.

“50 persen ini bagus, kan? Berbagai (kritik) yang saya dapatkan untuk komentar saya dan sekarang mereka melihat kebenarannya. Empat bulan dicerca karena vaksin itu,” kata Bolsonaro dikutip dari Reuters, Kamis (14/1).

Seorang pekerja bekerja di fasilitas pengemasan pembuat vaksin Sinovac Biotech. Foto: Thomas Peter/REUTERS

Meski begitu, Bolsonaro tidak memberikan komentar lebih lanjut apakah tetap akan memakai vaksin Sinovac di Brasil. Sebab keputusan itu ada di otoritas kesehatan federal Anvisa.

Brasil sendiri sudah mencapai kesepakatan dengan Butantan Institute untuk membeli hingga 100 juta dosis vaksin Sinovac. Pemerintah akan menerima 46 juta dosis awal dengan tambahan dosis 54 juta lagi nanti.

kumparan post embed

Sebelumnya, Brasil mengumumkan hasil uji klinis tahap akhir vaksin Sinovac asal China. Hasilnya, vaksin Sinovac dinyatakan hanya memiliki tingkat efektivitas sebesar 50,4 persen.

Pengumuman Pemerintah Federal ini jelas sangat mengecewakan dan menjadi pukulan bagi Brasil. Sebab vaksin Sinovac merupakan kandidat dari vaksin yang akan digunakan untuk vaksinasi.

Tingkat efektivitas kali ini jauh berbeda dengan hasil yang dikeluarkan oleh Institut Butantan. Sebelumnya, Institut Butantan merilis efektivitas vaksin Sinovac mencapai 78 persen.