Presiden Honduras Didemo karena Terima Uang dari Gembong Narkotika

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demonstran membuat barikade dari tanah saat protes menuntut pengunduran diri Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez. Foto: AFP/ORLANDO SIERRA
zoom-in-whitePerbesar
Demonstran membuat barikade dari tanah saat protes menuntut pengunduran diri Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez. Foto: AFP/ORLANDO SIERRA

Ribuan warga Honduras turun ke jalan. Mereka meminta Presiden Juan Orlando Hernandez (JOH) mengundurkan diri.

JOH dalam beberapa bulan terakhir menjadi buah bibir di Honduras. Ia dituduh menerima uang dari gembong narkotika untuk biaya kampanye presiden 2013 lalu.

Dugaan itu membuat warga negara di Amerika Tengah tersebut naik pitam. Massa dari berbagai lapisan masyarakat berdemo di tiga wilayah utama di ibu kota Tegucigalpa pada Selasa (7/8).

Demonstran melempari polisi dengan batu saat demo menuntut pengunduran diri Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez. Foto: AFP/ORLANDO SIERRA

"Narkotika harus pergi, JOH mesti mundur," teriak demonstran seperti dikutip dari AFP, Rabu (7/8).

Massa mencoba bergerak ke gedung kongres Honduras. Namun, upaya demonstran diadang aparat keamanan.

Pihak kepolisian menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan unjuk rasa. Tindakan tersebut berujung bentrok.

Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez. Foto: AFP/ANGELA WEISS

Demonstran menyerang kepolisian menggunakan batu dan tongkat. Akibat bentrokan, lima orang menderita luka.

Selain korban luka, unjuk rasa berujung bentrok menyebabkan tiga gedung di ibu kota Tegucigalpa terbakar.

Hingga kini, JOH belum menyampaikan pernyataan soal demo besar di Honduras. Meski demikian, JOH kerap membantah keterlibatan dirinya dengan gembong narkotika.