Presiden Maduro respons Rencana Serangan Darat AS: Orkestrasi Kudeta oleh CIA

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Venezuela Nicolas Maduro berbicara selama siaran dengan anggota pemerintah dan anggota komando tinggi militer di Istana Miraflores di Caracas. Foto: Istana / Handout Miraflores/ REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Venezuela Nicolas Maduro berbicara selama siaran dengan anggota pemerintah dan anggota komando tinggi militer di Istana Miraflores di Caracas. Foto: Istana / Handout Miraflores/ REUTERS

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, merespons pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang tengah mempertimbangkan operasi militer darat ke Venezuela. Langkah itu diambil AS untuk menargetkan para kartel yang ada di negara tersebut.

"Jangan ada perang di Karibia, tak akan ada perubahan rezim. Katakan tidak pada rencana kudeta yang dirancang CIA," ucap Maduro dilansir AFP.

Ia menyampaikan hal tersebut kepada komite yang baru saja dibentuk, usai AS mengirim kapal-kapal perang ke laut Karibia dengan dalih operasi anti-narkotika.

Pada operasi itu, AS menyerang sebuah kapal yang berlayar dari Venezuela. Serangan itu menewaskan 27 orang, dan AS menduga kapal itu membawa narkoba.

Sementara soal kudeta CIA, Trump sempat ditanyai oleh wartawan di gedung putih. Tapi, ia enggan menjawab.

"Itu pertanyaan yang agak konyol buat saya. Bukan pertanyaannya yang konyol, tapi akan konyol kalau saya yang menjawab," ucap Trump.