Pria di Cengkareng Coba Lerai Perang Sarung: tapi Malah Dikeroyok hingga Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perang sarung. Foto: Fikri Prayogi Ardiansyah/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perang sarung. Foto: Fikri Prayogi Ardiansyah/Shutterstock

Seorang pria berinisial FK tewas usai melerai perang sarung yang dilakukan warga Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis (13/3) dini hari.

Menurut keterangan saksi yang merupakan kakak korban, FK sempat melapor kepadanya karena merasa takut ada tawuran sarung yang diikuti sekitar 20 orang. Saat saksi tiba di lokasi tawuran, korban terlihat sedang melerai tawuran tersebut.

"Setelah situasi aman selanjutnya korban pulang ke rumah untuk makan. Sebelum makan, korban mengeluh sakit di bagian belakang kepala kepada orang tuanya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangannya, Jumat (14/3).

Namun, Ade Ary bilang, selesai makan, korban kejang-kejang. Ia kemudian diperiksa dan diduga meninggal.

Keluarga segera membawa korban ke rumah sakit. Namun nyawa korban tak terselamatkan. FK dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan yang diduga akibat dikeroyok.

"Selanjutnya korban dibawa ke RS Hermina dan dinyatakan sudah meninggal dunia. Setelah dilakukan pemeriksaan, terdapat luka berdarah di bagian belakang kepala sebelah kiri, pelipis mata kiri lecet, dan perut bawah," tutupnya.