Pria di Denpasar Mengamuk dan Rusak Altar Gereja Katolik Santo Yoseph

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Altar di Gereja Katolik Santo Yoseph Denpasar, Selasa (9/7). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Altar di Gereja Katolik Santo Yoseph Denpasar, Selasa (9/7). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Seorang pria berinisial A mengamuk dan merusak altar Gereja Katolik Santo Yoseph di Jalan Kepundung, Denpasar, Bali, pada Selasa (9/7).

Kapolsek Denpasar Timur, Kompol Nyoman Karang Adiputra, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WITA.

Saat itu, kata Adiputra, A yang sedang berdoa dengan istrinya dan umat lainnya tiba-tiba menangis. Tak lama kemudian ia mengamuk dan merusak kawasan altar.

Suasana di sekitar Gereja Katolik Santo Yoseph di Denpasar, Selasa (9/7). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

"Saat persembahyangan berlangsung, tiba-tiba pelaku menangis dan mengambil penyanggah salib yang terbuat dari besi. Kemudian istrinya bingung dan memeluk suaminya dan dibanting (istrinya)," kata Adiputra kepada wartawan.

Takut melihat aksi A, sejumlah umat dan pengurus gereja menghubungi polisi. Saat tiba di lokasi, polisi langsung mengamankan A yang diduga umat gereja tersebut. Hingga saat ini belum diketahui motif A merusak altar gereja.

Barang yang dirusak di Gereja Katolik Santo Yoseph, Denpasar, Bali. Foto: Denita Matondang/kumparan

"Karyawan yang ada di sini melihat lari keluar. Kemudian kebetulan ada patroli polisi dan pelaku diamankan. Belum kita ketahui motifnya, kita masih lidik," ucapnya.

Akibat perbuatan A, sejumlah patung, meja alkitab, mikrofon dan pot bunga yang berada di kawasan altar rusak.

Sementara itu pengurus Gereja Katolik Keuskupan Denpasar, Yoseph Yulius Dias, mengimbau warga tak tersulut emosi akibat kejadian itu.

"Kami imbau bahwa ini peristiwa sudah ditangani oleh pihak yang berwajib. Kita serahkan semua kepada pihak yang berwajib mengenai latar belakang dan sebagainya," tutupnya.

Barang yang dirusak dan kawasan altar. Foto: Denita BR Matondang/kumparan