Pria di Sleman Diduga Bunuh Diri, Sempat Keluhkan Sakit Asam Lambung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan atau klik www.healing119.id atau telepon darurat 119 ext. 8 atau WhatsApp +62 813-8007-3120.

Ilustrasi Mayat. Foto: Ground Picture/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mayat. Foto: Ground Picture/Shutterstock

Seorang pria berinisial S (47) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ditemukan meninggal dunia pada Jumat (15/5). Ada luka sayatan di tubuh pria itu. Ia juga meninggalkan sebuah surat.

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan, jenazah ditemukan sekitar pukul 07.10 WIB. S adalah warga Karangmojo, Gunungkidul, Yogyakarta.

"Malam hari sebelum kejadian, korban sempat mengeluh tidak bisa tidur karena sakit asam lambung. Kemudian esok harinya pada pukul 06.45 WIB ibu korban melihat bercak darah di kamar korban," katanya dalam keterangannya, Jumat (15/5).

Kemudian, ibu korban berinisial J (65) memanggil ketua RT dan melaporkan ke Polsek Seyegan. Petugas Polsek Seyegan bersama Tim INAFIS dan tenaga medis mendatangi TKP.

"Korban telah meninggal dunia dengan luka sayatan pada leher serta sebilah pisau di samping tubuh korban. Selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara," terang Argo.

Hasil penyelidikan sementara tidak ditemukan sidik jari pada pisau di TKP. Ditemukan surat pesan yang diduga ditulis korban. Polisi tidak mengungkap isi pesan tersebut.

Argo menyampaikan korban pernah berpamitan ke pihak keluarga karena tidak kuat menahan sakit asam lambung. Sementara itu, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.

"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri karena sakit yang dideritanya," kata Argo.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidup saat menghadapi permasalahan," tambahnya.