Pria Muslim Berkongsi dengan Yahudi Buka Toko Ganja di New York

17 Januari 2024 19:45 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pariwisata ganja. Foto: Iryna Imago/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pariwisata ganja. Foto: Iryna Imago/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Toko ganja dibuka di Staten Island, New York, Amerika Serikat. Pemilik toko tersebut adalah pria Muslim dan pria Yahudi.
ADVERTISEMENT
Mereka punya tujuan yang sama, yaitu meski beda agama tapi masih bisa bekerja bersama.
"Kami ingin menunjukkan bagaimana ketika Yahudi dan Muslim bekerja bersama," kata warga Yahudi Shlomo Weinstock seperti dikutip dari New York Post.
Weinstock menambahkan patnernya adalah warga Muslim keturunan Mesir bernama Mohammed "Mo" Elgaly.
"Seorang Muslim dan Yahudi sukses membuka bisnis bersama," sambung dia.
Toko tersebut buka pada Rabu (16/1) waktu AS.
Elgaly menambahkan, dia berbisnis dengan Weinstock karena memiliki banyak kesamaan.
"Kami berasal dari Abraham. Kami memakan makanan sama dan kami punya kepribadian serupa," jelas dia.
Mereka sama-sama menyayangkan pertumpahan darah yang terjadi akibat perang Israel-Hamas di Gaza. Yang diyakini kedua orang ini ganja bisa meredakan benci dan tensi, setidaknya di New York.
ADVERTISEMENT