Pria yang Ngaku Korban Rampok di Sleman Ternyata Bohong
·waktu baca 2 menit

Polisi memastikan remaja laki-laki yang mengaku menjadi korban perampokan di Terminal Jombor, Kabupaten Sleman, berbohong.
Dia diketahui berinisial WN (16 tahun) asal Tasikmalaya, Jawa Barat.
"Setelah dilakukan pemeriksaan tidak benar menjadi korban. Sebelumnya pernah melakukan hal yang sama di daerah lain. Alasannya tidak punya uang," kata Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun saat dihubungi kumparan, Senin (17/11).
Salamun mengatakan WN sengaja berbuat demikian agar mendapatkan belas kasihan. Dalam aksinya dia beralasan untuk biaya berobat TBC.
"Alasan untuk biaya berobat penyakit TBC, karena merasa tidak mendapat bantuan dari Dinas Sosial," jelasnya.
Kini polisi telah memulangkan WN ke daerah asalnya. "Yang bersangkutan tidak diproses hukum. Dan sudah dipulangkan ke daerah asal," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria mengaku-ngaku jadi korban perampokan di Terminal Jombor, Kabupaten Sleman, Sabtu (15/11).
Dalam informasi yang beredar di media sosial, pria tersebut mengaku didatangi oleh empat sampai lima orang bercelurit. Lalu barang berharganya seperti laptop hingga ijazah diambil.
Pria tersebut lalu dibawa ke Polresta Sleman untuk diminta keterangan lebih lanjut.
Di media sosial disebutkan bahwa pria tersebut mengaku berbohong untuk mendapatkan simpati. Terkait hal ini, Salamun mengatakan anggota masih mendalami.
"Kita belum bisa mengatakan bohong tetapi diajak komunikasi belum jelas," kata Salamun kemarin.
Salamun mengatakan asal dari pria ini juga masih ditelusuri. Polisi cukup kesulitan mengajak pria tersebut berkomunikasi.
"Diajak komunikasi sulit. Kelihatannya info terakhir agak kurang atau gimana. Diajak komunikasi masih sulit. Mungkin linglung," jelasnya.
