Prof Kuwat Terus Pantau Kinerja GeNose Terkait Temuan Positif-Negatif Palsu

23 Februari 2021 20:17 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Petugas mengetes kantong nafas milik penumpang menggunakan alat pendeteksi corona GeNose di sebuah stasiun kereta api di Jakarta, Indonesia, Rabu (3/2). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengetes kantong nafas milik penumpang menggunakan alat pendeteksi corona GeNose di sebuah stasiun kereta api di Jakarta, Indonesia, Rabu (3/2). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
ADVERTISEMENT
Alat screening COVID-19 ciptaan anak bangsa, GeNose, resmi diluncurkan dan mendapatkan izin edar pada Desember 2020 lalu. GeNose juga sudah mulai dipasang di beberapa stasiun kereta api.
ADVERTISEMENT
Peneliti dan pengembang GeNose, Prof Kuwat Triyana mengatakan pihaknya akan terus memperbaiki kinerja alat GeNose terlebih lagi ada temuan kasus positif dan negatif palsu. Semua masalah ini akan jadi perhatian tim peneliti agar kesalahan dapat ditekan sekecil mungkin.
"Kami tetap akan melanjutkan dan terus menerus untuk mengawal masalah kinerja alat yang terkait dengan isu tentang negatif palsu maupun positif palsu. Ini akan upayakan untuk sekecil mungkin tapi kalau, mudah-mudahan sampai nol kalau memungkinkan tetapi itu mungkin perlu waktu yang lama dan itu sudah kita upayakan," kata Kuwat saat jumpa pers secara virtual di Kantor Kemenko PMK di Jakarta Pusat, Selasa (23/2).
Ketua Tim Peneliti GeNose UGM, Profesor Kuwat Triyana. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Sebelumnya, Dirut PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan, sejak penggunaan GeNose total ada 617 penumpang terdeteksi positif corona.
ADVERTISEMENT
"Secara total sampai dengan 22 Februari kemarin sudah mendeteksi 63.523 dari 63.523 itu 617 positif, sisanya negatif," kata Didiek saat jumpa pers di Kantor Menko PMK yang disiarkan secara virtual, Selasa (23/2).
Menurut Kemenkes, mereka yang terdeteksi positif melalui GeNose tetap harus dites PCR sebagai gold standard. Namun, ia sudah tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan kereta.
Dengan evaluasi ini, Didiek mengatakan pihaknya berencana memasang kembali alat tersebut di beberapa stasiun lainnya.