Prof Wiku: Hospitalisasi RS Corona Turun Sejak Edaran Isolasi Mandiri Terbit
·waktu baca 2 menit

Sejak varian Omicron terdeteksi di Indonesia, kasus aktif mulai mengalami kenaikan. Namun, saat ini belum terjadi lonjakan keterisian rumah sakit (BOR) akibat kenaikan kasus COVID-19.
Juru Bicara Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan tren keterisian kapasitas rumah sakit menurun karena adanya aturan diperbolehkannya melakukan isolasi mandiri jika pasien positif corona tak memiliki gejala atau gejala ringan.
“Berdasarkan tren sejak 17 Januari, terlihat bahwa rasio hospitalisasi menurun setelah terbit edaran agar pasien tanpa gejala dan gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri. Walau begitu, pemerintah tetap waspada dan berhati-hati dengan melakukan langkah antisipasi penyediaan bed,” ujar Wiku saat memberikan keterangan pers di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (25/1).
Wiku menjelaskan, Kemenkes menyediakan sekitar 80 ribu tempat tidur di rumah sakit rujukan bagi pasien positif corona untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus.
“Menurut data dari Kementerian Kesehatan, secara nasional telah dipasok sebanyak 80 ribu bed. Per tanggal 23 Januari 2022, kapasitas bed yang tersedia untuk layanan isolasi sebesar 93% dan perawatan intensif yaitu 97% selain bed,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan fasilitas kesehatan lainnya seperti obat-obatan hingga alat kesehatan bagi pasien positif corona saat menjalani perawatan.
“Pemerintah telah memasok obat-obatan serta alat kesehatan lainnya yang diperlukan untuk perawatan pasien positif sebagai satu kesatuan upaya kontigensi jika terjadi lonjakan permintaan rawat inap di kemudian hari,” pungkasnya.
