Semakin Melonjak, Omicron Jakarta Tembus 1.697 Kasus
·waktu baca 2 menit

Kasus omicron di Jakarta semakin melonjak. Pada Selasa (25/1) varian tersebut sudah mencapai 1.697 kasus.
Angka ini meningkat 113 kasus dibandingkan kemarin Senin (24/1) yang berjumlah 1.313 kasus. Penyumbang terbesar sebaran ini masih dipegang oleh para pelaku perjalanan ke luar negeri.
Dari 1.697 kasus yang ditemukan, sebanyak 1.166 kasus atau 68,7 persen merupakan pelaku perjalanan keluar negeri dan 531 atau 31,3 persen kasus lainnya merupakan penyebaran lokal.
Terkait temuan kasus ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta meminta seluruh warga Jakarta untuk tidak dulu berpergian dan beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.
“Tetap kami minta masyarakat untuk tetap dirumah, rumah adalah tempat terbaik bagi kita, tidak perlu keluar rumah kecuali yang sangat penting dan mendesak,” kata Riza kepada wartawan di Balai Kota, Jumat (21/1).
Selain itu, kasus kematian pertama kali di Indonesia akibat COVID-19 varian Omicron juga terjadi pada Sabtu (22/1).
Kemenkes melaporkan ada 2 orang pasien yang meninggal dunia akibat varian terbaru ini. Keduanya dilaporkan memiliki penyakit bawaan atau komorbid yang dapat memperparah efek dari virus di dalam tubuh.
“Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso,” kata Juru Bicara Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya (22/1).
Salah satu pasien diketahui merupakan warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang sebelumnya melakukan perjalanan ke luar negeri.
