Prof Wiku Minta Petugas Pilkada Siapkan Hazmat di TPS untuk Antisipasi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prof. Wiku Adisasmito. Foto: Dok. BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Prof. Wiku Adisasmito. Foto: Dok. BNPB

Sebanyak 270 daerah di Indonesia akan menggelar Pilkada serentak pada Rabu (9/12). Satgas COVID-19 meminta Satgas daerah mencegah klaster corona, khususnya bagi para petugas KPPS.

Juru bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, mengingatkan petugas TPS soal 12 poin perlengkapan protokol kesehatan yang harus ada di setiap TPS. Salah satunya soal penggunaan APD oleh para petugas.

"APD yang nantinya digunakan oleh petugas saat melayani pemilih, yang terdiri dari masker, face shield dan sarung tangan. Selain itu juga disiapkan baju hazmat sebagai langkah antisipasi," ujar Wiku dalam konferensi pers, Selasa (8/12).

Petugas KPPS mengenakan alat pelindung diri (APD) mendampingi warga memasukkan surat suara ke dalam kotak suara saat simulasi pemungutan suara Pilkada 2020 di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO

Wiku menyebut, penggunaan APD dilakukan untuk mencegah penularan corona di lingkungan TPS. Wiku juga meminta masyarakat dan petugas TPS bisa bekerja sama mematuhi protokol kesehatan saat pemungutan suara berlangsung.

"Pemerintah telah mengawal penyaluran APD dan logistik sampai ke daerah terkecil. Satgas di tingkat pusat telah berkoordinasi dengan Satgas daerah, termasuk penyelenggara Pilkada, yakni KPU dan Bawaslu," tutur Wiku.

embed from external kumparan

Wiku meminta masyarakat tidak perlu khawatir datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya. Wiku menilai pemungutan suara akan berbeda dengan long weekend.

"Ini beda sekali dengan libur. Jadi mereka ini menggunakan hak konstitusi untuk melakukan sesuatu. Kalau cemas, dia pasti hati-hati. Kalau tidak cemas, ini bukan seperti liburan yang euforia, jadi dia tetap pastinya memiliki kehati-hatian. Ini adalah pilihan, tapi saya liat kondisi ini yang menentukan masyarakat sendiri," tuturnya.

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito Foto: Dok. BNPB