Profil Chairul Tanjung, Pengusaha-Eks Menko Perekonomian SBY Jadi Wantimpres

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chairul Tanjung. Foto: Facebook @Chairul Tanjung
zoom-in-whitePerbesar
Chairul Tanjung. Foto: Facebook @Chairul Tanjung

Presiden Prabowo Subianto kembali memberikan penugasan kepada pengusaha Chairul Tanjung. Pendiri CT Corp sekaligus eks Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu kini dipercaya menjadi anggota Dewan Pertimbangan (Wantimpres).

Chairul bukan nama baru dalam pemerintahan. Sebelum menjadi Menko Perekonomian pada 2014, ia terlebih dahulu dipercaya memimpin Komite Ekonomi Nasional (KEN) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Lahir dari Keluarga Sederhana

Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada 18 Juni 1962. Ia merupakan anak dari Abdul Ghafar Tanjung dan Halimah. Ayahnya merupakan wartawan yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga.

Chairul tumbuh bersama enam saudara lainnya. Kondisi ekonomi keluarganya sempat berubah ketika usaha sang ayah ditutup pada masa Orde Baru. Keluarganya kemudian harus menjual rumah dan pindah ke tempat tinggal yang lebih sederhana.

Latar belakang tersebut turut membentuk perjalanan Chairul yang kemudian dikenal dengan julukan "Si Anak Singkong".

Chairul menempuh pendidikan di SD dan SMP Van Lith Jakarta, kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 1 Boedi Oetomo. Setelah lulus SMA, ia berkuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia dan menyelesaikan pendidikannya pada 1987.

Merintis Bisnis Sejak Kuliah

Chairul mulai mengenal dunia usaha ketika masih menjadi mahasiswa. Ia menjalankan sejumlah usaha kecil untuk membantu memenuhi kebutuhan kuliahnya, mulai dari berjualan buku dan kaus hingga membuka usaha fotokopi.

Ia juga sempat membuka toko yang menjual peralatan kedokteran dan laboratorium. Namun usaha nya itu tidak berjalan mulus dan akhirnya mengalami kebangkrutan.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Chairul kemudian mendirikan PT Pariarti Shindutama. Dari bisnis tersebut, ia mulai mengembangkan usaha yang kemudian berkembang ke berbagai sektor.

Chairul selanjutnya membangun Para Group yang bergerak di sejumlah bidang, termasuk keuangan, media dan properti. Kelompok usaha tersebut kemudian berganti nama menjadi CT Corp.

Di bawah CT Corp, bisnis Chairul berkembang melalui sejumlah perusahaan, antara lain Bank Mega dan Trans Corp. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat Chairul pernah menjabat sebagai pendiri PT Pariarti Shindutama, CEO Bandung Supermall, CEO Trans Corp, CEO Para Group hingga Komisaris Utama PT Carrefour.

Masuk Pemerintahan

Chairul mulai masuk lebih jauh ke pemerintahan ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Ketua Komite Ekonomi Nasional pada 2010.

Dalam posisi tersebut, Chairul ikut memberikan masukan mengenai persoalan ekonomi nasional kepada Presiden. Ia juga terlibat dalam penyusunan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Pada 2014, Chairul kemudian ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa yang mengundurkan diri untuk mengikuti Pemilihan Presiden 2014. Presiden SBY mengumumkan penunjukan Chairul pada 16 Mei 2014 dan ia mulai menjabat pada 19 Mei 2014.

Chairul menjabat sebagai Menko Perekonomian hingga berakhirnya pemerintahan SBY pada Oktober 2014.

Kini Jadi Wantim

Setelah lebih dari satu dekade meninggalkan posisi menteri, Chairul kembali mendapat penugasan di pemerintahan. Ia kini dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjadi anggota Wantim dan akan dilantik pada Jumat (2/10) di Istana Negara, Jakarta.

Posisi tersebut kembali menempatkan Chairul di lingkungan pemerintahan, setelah sebelumnya memiliki pengalaman sebagai Ketua KEN dan Menko Perekonomian.