Profil Kombes Donald, Dirresnarkoba Polda Metro yang Dimutasi Diduga Terkait DWP

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak.  Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak. Foto: Jonathan Devin/kumparan

Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak dimutasi dari jabatannya. Hal ini diduga terkait ramai kasus dugaan pemerasan ketika acara Djakarta Warehouse Project (DWP).

Donald dimutasi ke bagian Analis Kebijakan Madya Bidang Binmas Baharkam Polri. Posisinya bakal digantikan Kombes Ahmad David yang sebelumnya menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya Tk. II di Bareskrim Polri.

Beberapa hari lalu, mutasi juga sempat dilakukan di jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Kemayoran.

Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak, Dirnarkoba Polda Metro Jaya, dimutasi buntut pemerasan terhadap WN Malaysia penonton konser DWP. Foto: Dok Polda Metro Jaya

Sejumlah perwira menengah yang menjabat sebagai Kasubdit hingga Kasatnarkoba terkena mutasi. Mereka dimutasi ke bagian Pelayanan Markas (Yanma) Polda Metro Jaya.

Seperti apa profil Donald?

Di awal kariernya, Donald mengisi sejumlah pos di Polda Bali. Kurang lebih selama 7 tahun dari 1998 sampai 2005.

Setelahnya, Donald kemudian balik ke kampung halaman. Awalnya ia menjabat Kapolsek Medan Baru pada 2007, lalu sempat menjadi Kapolres Pematang Siantar hingga Binjai.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Metro Jaya Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak (kedua kanan) memimpin konferensi pers terkait pengungkapan peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/7/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Berikut selengkapnya profil Donald:

Pendidikan:

Kepolisian

- 1997: AKABRI

- 2004: PTIK

- 2014: Sespimmen

- 2022: Sesko TNI

Pendidikan Umum

- SD Swasta St Thomas

- SMP Swasta Santo Thomas

- SMA Swasta Kristen Immanuel Medan

- S2 Universitas Muhammadiyah Sumut

Karier:

1998: Pama Polres Jembrana Polda Bali

1999: Kapolsektif Melaya Polres Jembrana - Kanit POA Ditesintel Polres Jembrana

2005: Panit Ditresintel Polda Bali

2006: Pama Polda Sumut

2007: Kapolsekta Medan Baru - Kapolsek Medan Helvetia

2008: Kasat Intelkam Polrestabes Medan

2010: Wakapolres Pematang Siantar

2011: Kanit 4 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sumut

2013: Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut

2015: Kasubbagpamgiat Bagian Pengamanan Divpropam Polda Sumut

2016: Kapolres Samosir

2017: Kapolres Binjai

2019: Wadirreskrimum Polda Sumut

2020: Kabid Propam Polda Sumut

2o21: Analis Kebijakan Madya Bidang Paminal Divpropam Polri

2023: Kabagstandar Rowabprof Divpropam Polri Kabaglitpers Ropaminal Divpropam Polri

2024: Dirresnarkoba Polda Metron Jaya

Update Kasus DWP

Sebelum ini, disebut ada korban mengadu ke Atase Kepolisian RI di KBRI Kuala Lumpur. Ia mengaku dimintai sejumlah uang sebesar Rp 100 juta.

Hal ini dijelaskan oleh nomor resmi pengaduan Atase Kepolisian RI di KBRI Kuala Lumpur pada Sabtu (28/12).

“Kami sampaikan bahwa sejauh ini kami baru menerima 1 pengaduan dari WN Malaysia yang datang ke KBRI Kuala Lumpur terkait pemerasan DWP 2024,” ujarnya kepada kumparan melalui keterangan tertulis.

Atase Kepolisian lalu menjelaskan, bahwa korban awalnya dicari oleh orang tuanya. Ia ditahan di Polda Metro Jaya.

“Untuk kronologi korban tersebut, pengaduan dilakukan oleh orang tua korban yang datang ke KBRI untuk menanyakan keberadaan anaknya, yang saat itu di tahan oleh Polda Metro Jaya dan pengacara, serta diminta uang sejumlah berkisar 100 juta rupiah,” tuturnya.

Usai menghubungi korban melalui telepon, Polda pun melepaskannya dan ia kembali ke Malaysia tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.

Terkait ini, 18 oknum polisi sudah ditetapkan sebagai tersangka.