Profil Komjen Iwan Bule yang Akan Menjadi Pj Gubernur Jabar

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolda Metro Jaya M. Iriawan. (Foto: Fakhri Hermansyah)
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Metro Jaya M. Iriawan. (Foto: Fakhri Hermansyah)

Komjen Mochamad Iriawan ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat oleh Presiden Joko Widodo. Keputusan ini menuai polemik. Namun terlepas dari itu, siapakah pria yang biasa disapa Iwan Bule ini?

Komjen. Pol. Drs. Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H. ialah pria kelahiran Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada 31 Maret 1962. Perwira tinggi Polri ini merupakan lulusan Akpol pada 1984.

Setelah lulus dari Akpol, Komjen Iwan Bule melanjutkan pendidikannya di PTIK (1993), SESPIM (1998), SESPATI XIII (2007), dan LEMHANNAS PPSA (2012). Tak hanya pendidikan kepolisian, ia juga menempuh pendidikan kejurusan seperti PA DAS LANTAS (1985), PA DAS SERSE (1989), PA LAN SERSE UM (1991), SUSJAB KAPOLRES IV (2000), PA SEN SERSE (2002), ASSESSMENT PATI POLRI (2011).

Mengawali karier sebagai Kapolres Tegal Polda Jateng pada 2001, jejak karier Iwan melesat cukup cepat. Pada 2008 ia diangkat sebagai Dir Reskrimum Polda Metro Jaya, dan setahun kemudian ia bertugas sebagai Wadir I/Kamtranas Bareskrim Polri.

Tak lama pada 2010, ia bertugas sebagai Dir Binmas Baharkam Polri. Iwan lantas pindah ke Nusa Tenggara Barat pada 2012 dan menjabat sebagai Kapolda, lalu pada 2013 bertugas di Jawa Barat juga sebagai Kapolda.

Muhammad Iriawan dalam rakor nasional. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Muhammad Iriawan dalam rakor nasional. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Berselang tiga tahun, Iwan dipercaya sebagai Kapolda Metro Jaya. Hingga pada 2017 lalu, ia menduduki posisi sebagai Asops Kapolri.

"Saya melihat sosok yang tepat mengisi jabatan Asisten Operasi yang ditinggalkan Pak Unggung adalah Irjen Muhammad Iriawan," kata Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, dikutip dari Antara (26/07/2017).

Tak hanya jenjang kariernya yang meningkat, pangkatnya pun demikian. Pada 2010 ia berpangkat Brigadir Jenderal Polisi dan tiga tahun kemudian naik menjadi Inspektur Jenderal Polisi. Hingga pada 18 Mei 2018 lalu, Iwan diangkat sebagai Komisaris Jenderal Polisi.

Selama kariernya di kepolisian, pria 56 tahun ini lebih banyak ditugaskan dalam bidang reserse kriminal. Kasus terkenal yang pernah ia tangani yaitu pembunuhan kontroversial Nasrudin Zulkarnaen oleh tersangka mantan Ketua KPK Antashari Azhar.

Kasus tersebut ditanganinya pada 2008 saat menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berpangkat Komisaris Besar Polisi

Irjen Arman Depari, Irjen Iriawan, dan Kapolri (Foto: Dok. BNN)
zoom-in-whitePerbesar
Irjen Arman Depari, Irjen Iriawan, dan Kapolri (Foto: Dok. BNN)

Penghargaan yang telah diraihnya pun tak main-main. Selama menjabat Iwan telah meraih kurang lebih 15 penghargaan nasional dan internasional.

Di antaranya yakni Bintang Bhayangkara Nararya, SL. Ksatria Bhayangkara, SL. Operasi Kepolisian, dan dua penghargaan internasional yakni UNTAC Medals di Kamboja, serta UNCRO Medals di Kroasia.

Kesuksesan karier Iwan tak terlepas dari peran istri dan anaknya. Ia menikahi seorang perempuan bernama Novita Ari dan dikaruniai lima anak, yakni Mochamad Probandono Bobby Danuardi, Bianca Lusella Iriawan, Syahbana Bisma Iriawan, Mochamad Nathan Ananda, dan Milad Berryl Iriawan.

Kemampuan Iwan di bidang kepolisian diwarisi oleh putra pertamanya, yakni Mochamad Probandono Bobby Danuardi. Ia tercatat sebagai anggota Polri dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) yang menjabat sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Malang.

Irjen M. Iriawan. (Foto: Anggi Dwiky Dermawan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Irjen M. Iriawan. (Foto: Anggi Dwiky Dermawan/kumparan)

Kini, Iwan Bule ditunjuk sebagai Pj Gubernur Jawa Barat sesuai dengan Keppres. Jenderal bintang tiga Polri itu terpilih dari beberapa nama yang telah disodorkan Mendagri Tjahjo Kumolo.

Kemunculan nama Iwan Bule sebagai Pj Gubernur Jabar memantik spekulasi dari berbagai pihak. Sebab dikhawatirkan akan terjadi kecurangan lantaran ada paslon yang pernah menjadi anggota Polri, yaitu Anton Charliyan, wagub dari TB Hasanuddin.

Partai Gerindra yang mengusung pasangan Mayjen (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaiku (Asyik) di Pilgub Jabar berkomentar keras. Waketum Gerindra Ferry Juliantono menilai ada niat kecurangan di Pilgub Jabar dengan penunjukan Iwan Bule.

"Niat curangnya kelihatan jelas," kata Ferry kepada kumparan.

Partai Demokrat yang mengusung Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi juga menyatakan hal senada. Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memprediksi Pilgub Jabar tak netral.

"Kenapa kami sayangkan? Karena di Jabar ada seorang polisi yang sedang maju sebagai calon wakil gubernur. Sehingga kami meragukan netralitas kepolisian dalam Pilkada Jabar," ucap Ferdinand kepada kumparan.

Kemendagri akan melantik Iwan Bule pada Senin (18/6) di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Bandung, Jawa Barat. Pelantikan dijadwalkan diselenggarakan pada pukul 10.00 WIB. Pelantikan rencananya dipimpin oleh Mendagri Tjahjo Kumolo.