Profil Mayjen (Purn) Achmad Marzuki yang Akan Dilantik Jadi Pj Gubernur Aceh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyerahkan cinderamata kepada Pangdam IM, Mayjen (TNI) Achmad Marzuki, pada kegiatan Pamitan Pangdam Iskandar Muda di Makodam, Banda Aceh, Rabu (1/12/2021). Foto: Humas Pemprov Aceh
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyerahkan cinderamata kepada Pangdam IM, Mayjen (TNI) Achmad Marzuki, pada kegiatan Pamitan Pangdam Iskandar Muda di Makodam, Banda Aceh, Rabu (1/12/2021). Foto: Humas Pemprov Aceh

Menteri Dalam Negeri akan melantik Mayjen (Purn) Achmad Marzuki sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Aceh menggantikan Nova Iriansyah, yang masa jabatannya berakhir pada Selasa (5/7).

Prosesi pelantikan dijadwalkan berlangsung di gedung utama Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada pukul 08.30 Rabu (6/7) dalam sidang paripurna.

Sosok Achmad Marzuki bukanlah orang baru di Aceh. Ia merupakan mantan Pangdam Iskandar Muda (IM) yang bertugas di tanah Rencong sejak 18 November 2020 lalu. Sekitar satu tahun bertugas, Achmad Marzuki kemudian mengemban jabatan baru sebagai Asisten Teritorial (Aster) KSAD.

Dia juga sempat menjadi Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Kewaspadaan Nasional Lemhannas. Kemudian sejak 4 Juli lalu ditunjuk sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Kementerian Dalam Negeri.

Achmad Marzuki lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 24 Februari 1967. Dia merupakan lulusan akademi militer tahun 1989. Kemudian melanjutkan pendidikan di Sussarcabif (1990), Diklapa I (1994), Diklapa II (1999), dan Seskoad (2002), Dik Para Dasar (1990), Sus Danyon (2004), Sus Dandim (2007).

Karir Achmad Marzuki di dunia militer dimulai dari Danyonif 411/Pandawa pada 2004-2006. Asops Kasdam V/Brawijaya (2010—2012). Pamen Denma Mabesad (2012—2013), dan Dirbinsen Pussenif Kodiklat TNI AD (2013).

Setelah mengemban beberapa jabatan itu, karier Achmad Marzuki selanjutnya semakin bersinar. Dia pernah menjadi Asops Kaskostrad (2013—2014), Danrem 151/Binaiya (2014—2015), Danpusdikif Pussenif Kodiklat TNI AD (2015—2016), Komandan PMPP TNI (2016—2018), dan TA. Pengajar Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas (2018), Pangdivif 3/Kostrad (2018—2020), Ir Kostrad (2020), dan Pangdam Iskandar Muda (2020—2021).

Saat menggelar acara pamitan di akhir masa tugasnya di Aceh sebagai Pangdam IM pada 1 Desember 2021 lalu, Achmad Marzuki, dalam sambutannya menyebut, Aceh memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi daerah yang maju dan sejahtera.

“Potensi Aceh sangat besar. Saya yakin, suatu saat nanti, Aceh akan kembali berjaya seperti masa lalu,” ucapnya pada saat itu.

Achmad Marzuki mengaku sedih harus meninggalkan Aceh, kala itu dia mengatakan harus meninggalkan Aceh untuk kedua kalinya setelah bertugas di Aceh. Sebelumnya pada 2003 ia juga pernah bertugas di provinsi berjuluk Serambi Makkah tersebut.

“Aceh akan selalu ada di hati saya. Tahun 2003 saya pernah bertugas di Aceh. Waktu itu, saya bawa istri saya yang ragu dengan kondisi Aceh yang rawan saat itu. Tiga minggu sebelum tsunami kami mendapat tugas ke Papua. Istri saya menangis, sedih karena harus meninggalkan Aceh,” tuturnya.

“Sedih sekali saya harus meninggalkan Aceh. Banyak hal yang belum maksimal saya lakukan,” ungkapnya kala itu.

Kini Achmad Marzuki yang sudah pensiun sebagai prajurit TNI AD dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal itu kembali ditunjuk untuk bertugas di Aceh, sebagai nakhoda yang akan memimpin provinsi paling barat Indonesia tersebut.