Profil Raden Aria Wangsakara, Tokoh Banten yang Diberi Gelar Pahlawan Nasional
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Jokowi menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada 4 tokoh nasional. Salah satunya adalah Raden Aria Wangsakara.
Seperti apa profilnya?
Tidak ada catatan pasti kapan dan di mana Raden Aria Wangsakara lahir. Aria Wangsakara dikenal sebagai ulama, pejuang, dan pendiri Tangerang.
Dalam sejumlah literatur yang menceritakan Babad Tangerang dan Babad Banten, Aria Wangsakara merupakan keturunan Raja Sumedang Larang, Sultan Syarif Abdulrohman.
Aria Wangsakara kemudian lari ke Tangerang bersama dua kerabatnya, Aria Santika dan Aria Yuda Negara, karena tidak setuju dengan saudara kandungnya yang berpihak kepada VOC.
Aria Wangsakara memilih menetap di tepian Sungai Cisadane dan diberi kepercayaan oleh Sultan Maulana Yusuf, pemimpin Kesultanan Banten, untuk menjaga wilayah yang kini dikenal sebagai Tangerang, khususnya wilayah Lengkong, dari pendudukan VOC.
Di sana, Aria Wangsakara menetap bersama istrinya, Nyi Mas Nurmala, yang merupakan anak dalem Bupati Karawang Singaprabangsa. Selain bersama istrinya, pengikutnya yang berjumlah sekitar 500 orang juga tinggal di sana.
Dalam kesehariannya, Aria Wangsakara juga didapuk sebagai penasihat Kerajaan Mataram untuk menyebarkan agama Islam. Namun, aktivitas ini akhirnya terdeteksi VOC sekitar tahun 1652-1653.
Dianggap membahayakan kekuasaan, VOC mendirikan benteng di sebelah timur Sungai Cisadane yang persis berseberangan dengan wilayah kekuasaan Wangsakara. VOC sampai memprovokasi dan menakuti warga Lengkong Kyai dengan mengarahkan tembakan meriam ke wilayah kekuasaan Wangsakara.
Provokasi itu memicu pertempuran antara VOC dan rakyat Tangerang yang berlangsung selama 7 bulan. Atas kegigihan rakyat di bawah kepemimpinan Aria Wangsakara, VOC gagal merebut wilayah Lengkong
Aria Wangsakara gugur pada tahun 1720 di Ciledug dan dimakamkan di Lengkong Kyai, Kabupaten Tangerang.
Keturunan Aria Wangsakara
Keturunan Aria Wangsakara masih hidup hingga sekarang. Salah satunya adalah Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Ma'ruf pernah ziarah ke makam Aria Wangsakara bersama anaknya, Siti Nur Azizah, pada 6 Agustus lalu. Ma'ruf juga didampingi sejumlah juru kunci makam dan tokoh masyarakat.
Ma'ruf diketahui merupakan keturunan ke-12 dari Aria Wangsakara. Silsilah itu didapat dari tokoh bernama Wira Negara atau yang lebih akrab dikenal sebagai Syekh Ciliwulung.
