Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Profil Raja Juli Antoni: Politikus PSI Kini Wamen ATR
15 Juni 2022 13:47 WIB
ยท
waktu baca 2 menitDiperbarui 4 Juni 2024 11:50 WIB

ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi melantik beberapa pejabat pemerintahan pada Rabu (15/6) siang di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan pejabat ini terkait reshuffle kabinet jilid VIII.
ADVERTISEMENT
Ada dua menteri dan tiga wakil menteri dilantik Jokowi. Politikus PSI, Raja Juli Antoni termasuk salah satu di antaranya.
Raja Juli Antoni dilantik menjadi Wamen Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ia diplot menggantikan Surya Tjandra yang juga merupakan politikus PSI.
Raja Juli sempat berbincang dengan awak media sebelum masuk ke Istana. Ia mengatakan dirinya dipanggil Jokowi pada Selasa (14/6) sore.
Ketika disinggung bakal mewakili PSI atau Muhammadiyah ketika masuk kabinet, Raja Juli hanya menjawab singkat.
"Saya orang PSI, saya orang Muhammadiyah," ucap dia.
Lantas siapa sosok Raja Juli ini?
Raja Juli merupakan pria kelahiran Pekanbaru, Riau, pada 13 Juli 1977. Ia merupakan lulusan S1 UIN Jakarta, S2 di Universitas Bradford Inggris dan S3 di Universitas Queensland Australia.
ADVERTISEMENT
Ia cukup terkenal dengan penelitiannya pada 2001 berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci.
Sebelum terjun ke politik, Raja Juli pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Bahkan, ia pernah menjabat Direktur Eksekutif Maarif Institute yang didirikan oleh almarhum Buya Syafii Maarif.
Juli mencoba peruntungan politik di 2009. Kala itu, ia bergabung dengan PDIP. Ia menjadi caleg untuk dapil Jabar IX mencakup Subang, Sumedang dan Majalengka.
Sayang, peruntungannya kandas di tengah jalan. Ia gagal melenggang ke Senayan karena tidak mendapat suara yang cukup.
Gagal di PDIP, Bentuk PSI pada 2014
Lima tahun setelah gagal menjadi caleg PDIP, Raja Juli memutuskan keluar dari partai berlogo banteng bermoncong putih itu.
ADVERTISEMENT
Ia bersama beberapa rekannya termasuk Grace Natalie membentuk partai baru dan dinamai Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. Partai itu didirikan tidak lama setelah Pemilu 2014.
Ketika PSI baru dibentuk, Raja Juli diplot menjadi Sekjen. Sedangkan Grace menjadi Ketua Umum.
Selama bersama PSI, Raja Juli cukup aktif menyuarakan dukungan kepada Jokowi. Dalam Pemilu 2019, PSI dengan tegas menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinan periode kedua.
Kemudian pada November 2021, struktur PSI mengalami perombakan besar usai menggelar Kopdarnas (Kopi Darat Nasional). PSI melantik susunan kepengurusan DPP PSI periode 2019-2024.
Posisi Raja Juli sebagai Sekjen PSI berakhir. Ia kini menjabat Sekretaris Dewan Pembina PSI. Sedangkan Sekjen PSI dijabat Dea Tunggaesti yang merupakan kakak dari Reisa Broto Asmoro.