Propam Polri Belum Terima Laporan soal Intimidasi Intel Polisi ke Demokrat

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Foto: Dok. Pribadi

Partai Demokrat mengeklaim adanya pihak yang menyebut diri mereka intel dari polisi dan mendatangi para pengurus DPC. Hal ini terjadi di Melawi, Kalimantan Barat.

Terkait itu, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo mengatakan, sampai saat ini belum ada informasi atau laporan adanya intel yang mengintimidasi para pengurus partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

"Sampai dengan hari ini Propam Polri dan jajaran wilayah belum mendapatkan laporan dimaksud," kata Sambo dalam keterangannya, Rabu (10/3).

Pengurus Demokrat Melawi Didatangi Anggota Polisi. Foto: Dok Istimewa

Sambo meminta Partai Demokrat atau semua masyarakat melaporkan secara resmi bila melihat adanya tindakan melanggar hukum yang dilakukan anggota Polri. Lewat layanan masyarakat yang Presisi, semua laporan masyarakat akan diproses sesuai ketentuan.

"Propam Polri mengimbau siapa saja yang melihat, mendengar, dan mengetahui adanya anggota Polri yang menginteli, menguntit, menyelidiki, dan bahkan mengintimidasi diimbau melaporkan hal tersebut ke Propam Polri dan atau Jajaran Propam wilayah," tutur Sambo.

Pengurus Demokrat Melawi Didatangi Anggota Polisi. Foto: Dok Istimewa

KLB Partai Demokrat di Sumut yang menobatkan Moeldoko sebagai Ketua Umum berbuntut panjang. Kubu AHY melaporkan adanya dugaan intimidasi oleh pihak yang mengaku intel polisi.

"Iya, pengurus DPC ini didatangi intel Polisi. Mereka diancam untuk menyerahkan SK Kepengurusan," kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, kepada kumparan, Selasa (9/3).

kumparan post embed

Pihak yang mengaku intel itu sempat menanyakan apakah DPC Melawi kubu AHY atau Moeldoko. Mereka juga meminta SK kepengurusan.