Proyek Pesawat Tempur KF-21 Boramae Untungkan RI, Buka 27 Ribu Lapangan Kerja
·waktu baca 2 menit

Proyek pengembangan pesawat KF-21 Boramae yang dilakukan Indonesia dan Korea Selatan tidak hanya untuk memperkuat pertahanan RI di udara, tapi juga menguntungkan secara ekonomi.
Senior Manager and Chief KFX Joint Development Management Team, Lee Sung-il, mengatakan ada sekitar 27 ribu lapangan pekerjaan yang terbuka lewat proyek ini.
"Indonesia akan mendapatkan keuntungan ekonomi. Sebagai contoh, akan ada 27 ribu pekerjaan yang tercipta," kata Lee kepada jurnalis peserta program Indonesia-Korea Journalist Network di Kantor Korea Aerospace Industry, Sacheon, Korsel, Jumat (2/6).
Lewat proyek ini, lanjut Lee, Indonesia juga akan mendapat keuntungan sebesar USD 10 miliar. Meski ini adalah angka yang besar, namun ia berharap Indonesia juga bisa segera membayar kewajibannya.
Diketahui, Indonesia baru membayar 17% kewajibannya. Masih ada 83% yang belum dibayar dan ditanggung oleh pemerintah Korsel.
"Ini adalah angka yang besar. Tapi baseline-nya adalah selama pemerintah Indonesia berpartisipasi dalam EMD dan membeli pesawat yang sudah dijanjikan," ungkapnya.
Proyek KF-21 Boramae sudah memasuki tahap Engineering and Manufacturing Development (EMD) yang berlangsung hingga 2026 sebelum siap diproduksi massal. Lee mengungkapkan, sudah ada 8 pesawat yang diproduksi sejauh ini.
"Kami memproduksi 8 pesawat total, tapi dua pesawat masih ground test dan 6 pesawat sudah flight test," tuturnya.
"Setelah 26 Juni, pesawat nomor 5 akan dikirim ke TNI. Ini adalah rencana sejauh ini," pungkasnya.
