PSI Jawab Sindiran PDIP soal 'Bawa Ijazah': Dulu Mencalonkan, Sekarang Teriak
·waktu baca 3 menit

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menyarankan Jokowi sebaiknya membawa ijazahnya yang dituding palsu saat bertemu masyarakat di daerah-daerah. Jokowi berencana akan berkeliling Indonesia untuk bersafari politik.
Seperti diketahui, PDIP adalah partai pengusung pencalonan Jokowi saat menjadi Walkot Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga pada Pilpres 2014 dan 2019. Kemudian hubungan Jokowi dan PDIP memanas dan menjadi lawan politik di Pilpres 2024.
PSI sebagai partai naungan Jokowi saat ini merespons sindiran PDIP tersebut. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menilai pernyataan Andreas soal ijazah Jokowi tidak berbobot.
“Menurut saya apa yang mereka sampaikan itu dua-duanya nggak berbobot gitu,” kata Bestari kepada wartawan, Jumat (29/5).
Bestari menilai sindiran itu tidak pantas dilontarkan PDIP karena partai tersebut sebelumnya mengusung Jokowi dalam Pilpres.
“Padahal pada waktu itu mereka yang mencalonkan Pak Jokowi juga bersama partai lainnya, hari ini dia teriak soal itu (ijazah). Saya kira itu sangat tidak berkelas,” ujar dia.
Menurut Bestari, PSI tak ambil pusing dengan kritik PDIP. Ia bahkan menyebut partainya hanya menanggapi santai berbagai komentar tersebut.
“PSI tersenyum saja gitu karena nanti Pak Jokowi sangat dipastikan akan memperlihatkan ijazahnya gitu kalau diminta pengadilan pada saatnya,” kata dia.
Bestari juga menilai komentar PDIP menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap langkah politik Jokowi belakangan ini.
“Kalau nggak khawatir ngapain berkomentar? Orang kan berkomentar salah satunya itu karena khawatir,” ucapnya.
Ia mengatakan PSI memilih santai menghadapi sindiran tersebut.
“Santai, kita nikmati kegelisahan itu,” tutur Bestari.
Sindiran PDIP
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Andreas Hugo Pareira, menanggapi santai rencana Presiden ke-7 Joko Widodo yang akan melakukan safari politik ke sejumlah daerah di Indonesia.
Andreas bahkan menyinggung polemik ijazah Jokowi yang hingga kini masih menjadi perhatian publik.
Menurut dia, Jokowi sebaiknya turut membawa ijazahnya saat melakukan safari politik ke sejumlah daerah.
“Makanya, baiknya Jokowi turun ke masyarakat sambil bawa ijazahnya. Karena sampai sekarang kasus ijazah ini menyita waktu dan perhatian masyarakat, tapi tidak jelas penyelesaiannya,” kata Andreas saat dihubungi kumparan, Jumat (29/5).
Menurutnya, masyarakat bahkan sampai saat ini ikut mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi.
“Masyarakat ikut bertanya, apakah ijazah Jokowi asli atau palsu?” tuturnya.
Jokowi Keliling Indonesia
Sebelumnya, Jokowi berencana akan keliling Indonesia sekaligus mengunjungi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di sejumlah daerah pada Juni mendatang. Agenda itu akan dimulai dari tiga provinsi, yakni Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat.
Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, mengatakan Jokowi akan memenuhi sejumlah undangan masyarakat dan tokoh daerah dalam rangkaian kunjungannya tersebut.
“Ya, sepertinya sudah cukup jelas disampaikan ya, dari Pak Jokowi sudah menyatakan beliau pertama, beliau sudah sehat. Terkonfirmasi dari berita yang ada juga di media ya, secara langsung beliau menyatakan doorstop 'saya sudah sehat' dan akan memenuhi undangan-undangan dari masyarakat, tokoh-tokoh di daerah,” kata Bestari, Kamis (28/5).
Dalam agenda tersebut, kata dia, Jokowi juga akan menyempatkan diri mengunjungi struktur PSI di daerah.
“Dan tentu juga akan menyempatkan berkunjung ke DPD-DPD PSI, gitu. Dan akan dimulai sudah disebutkan juga tiga provinsi pertama yaitu Lampung, NTT, dan Jawa Barat begitu,” katanya.
