PSI Kecam Saleh Daulay soal Sebut Anggota DPR Harus Dapat ICU: Tak Punya Nurani

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
petugas kesehatan merawat pasien corona di ruang ICU di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
petugas kesehatan merawat pasien corona di ruang ICU di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

PSI buka suara mengecam pernyataan Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay yang menyatakan tak ingin lagi mendengar ada anggota DPR yang tidak mendapatkan ruang ICU di rumah sakit. Saleh menyampaikan hal tersebut saat rapat dengar pendapat bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Saat itu, ia mencontohkan kasus anggota DPR sekaligus kader PAN asal Papua, John Siffy Mirin, yang meninggal karena terlambat mendapat penanganan ICU. Ia tidak ingin kasus tersebut terulang sehingga

"Pernyataan tersebut Ketua PAN mencerminkan cara pandang yang mementingkan diri dan kelompok sendiri, tidak punya hati nurani. Pak Saleh seharusnya marah dan sedih bila rakyat biasa meninggal dunia karena tidak mendapatkan layanan medis,” kata Juru Bicara DPP PSI bidang kesehatan, dr Christian Widodo, dalam keterangan tertulis, Rabu (14/7).

kumparan post embed

Christian mengatakan, tidak seharusnya seorang politisi berpikiran sempit semacam itu. Dalam kondisi krisis semacam itu, rakyat dinilai jauh lebih menderita di masa pandemi dan terutama PPKM Darurat.

"Banyak rakyat bahkan tak punya lagi penghasilan di masa PPKM Darurat. Sementara, para anggota DPR masih menikmati hampir semua keistimewaan sebagai pejabat, hidup mereka masih sangat layak," ucap dia.

Anggota Komisi IX DPR, Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay. Foto: Dok. Pribadi

Christian mengatakan, ketimbang meminta prioritas semacam itu, semestinya seluruh anggota dan DPR mencurahkan waktu dan energi untuk membantu rakyat yang terdampak pandemi.

"Ini saatnya membantu rakyat dengan lebih nyata. Mungkin dengan membantu percepatan vaksinasi atau membagikan rice box seperti PSI. Buang jauh-jauh pikiran untuk sekadar menyelamatkan diri dan kelompoknya sendiri," pungkas dia.