PT KAI Tak Beri Sanksi Petugas Terkait Tabrakan 2 Kereta di Cicalengka

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas berusaha mengevakuasi jenazah korban kecelakaan kereta api yang mengalami kecelakaan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/1/2024). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas berusaha mengevakuasi jenazah korban kecelakaan kereta api yang mengalami kecelakaan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/1/2024). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

PT KAI memastikan tak ada petugas yang dikenakan sanksi buntut tabrakan KA Turangga dan KA lokal Bandung Raya di petak jalan antara Stasiun Haurpugur-Stasiun Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada (5/1) pagi.

Hasil penyelidikan KNKT, tidak ada unsur kelalaian petugas.

"Dalam laporan penyelidikan tersebut, KNKT tidak menyebut adanya kesalahan dari petugas," kata VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus, melalui pesan singkat pada Kamis (14/3).

Foto udara proses evakuasi jenazah korban kecelakaan kereta api yang mengalami kecelakaan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/1/2024). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Menurut Joni, faktor yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan itu adalah adanya anomali dalam sistem persinyalan. Maka dari itu, PT KAI bakal kembali melakukan evaluasi atas sistem persinyalan.

"Faktor yang berkontribusi pada kasus kecelakaan ini, yaitu ditemukan uncommanded signal dari sistem interface akibat transien tegangan dengan amplitudo sangat tinggi dalam waktu sangat singkat saat operasi pensaklaran relay yang mungkin dipengaruhi oleh kondisi pengkabelan serta grounding system interface dan peralatan blok mekanik di Stasiun Cicalengka," jelas Joni.

"KAI akan kembali mengevaluasi SOP-SOP terutama dalam hal interface antara persinyalan elektrik dan persinyalan mekanik," lanjut dia.

PT KAI bakal tetap menjadikan keselamatan penumpang kereta api sebagai prioritas utama. Diharapkan, peristiwa serupa tak lagi terulang di kemudian hari.

"KAI juga terus menyosialisasikan kepada internal untuk menjadikan budaya keselamatan agar senantiasa menjadi DNA seluruh insan KAI," kata Joni

VP Public Relations KAI Joni Martinus di Loko Coffee Shop Bandung, Senin (6/3/2023). Foto: Narda Margaretha Sinambela/kumparan

Sebelumnya diberitakan, tabrakan antara dua kereta itu mengakibatkan sejumlah penumpang terluka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Empat orang meninggal dunia dalam yaitu masinis, asisten masinis, pramugara, dan petugas pengamanan (PAM) di Stasiun Cimekar. Berikut ini data korban meninggal dunia:

  1. Enjang Yudi sebagai petugas PAM Stasiun Cimekar;

  2. Julian Dwi Setiyono sebagai masinis KA 350 Commuterline Bandung Raya;

  3. Ponisam sebagai asisten masinis KA 350 Commuterline Bandung Raya;

  4. Ardiansyah sebagai pramugara KA Turangga.