Puan Dinilai Serang Ganjar soal Capres Ganteng, Dilangkahi karena Elektabilitas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPP PDIP Puan Maharani melantik Pengurus Benteng Muda Indonesia, Kamis (17/3/2022). Foto: PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPP PDIP Puan Maharani melantik Pengurus Benteng Muda Indonesia, Kamis (17/3/2022). Foto: PDIP

Ketua DPP PDIP Puan Maharani melakukan manuver politik dengan menyinggung capres yang hanya bermodal wajah ganteng, namun tak bisa bekerja. Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai, manuver Puan ditujukan kepada Ganjar Pranowo yang saat ini sangat aktif di media sosial.

"Sepertinya arah kritik itu ditujukan ke Ganjar. Mungkin Puan gregetan melihat Ganjar masih terus tancap gas melakukan pencitraan di medsos," kata Ujang, Jumat (29/4).

Menurut dia, Puan merasa dilangkahi oleh Ganjar karena elektabilitasnya jauh di bawah Gubernur Jateng itu. Namun, Ujang berpandangan gaya komunikasi yang disampaikan Puan kurang apik karena memantik respons negatif dari masyarakat.

kumparan post embed

"Dan direstui atau tidak, diakui atau tidak, soal elektabilitas Ganjar lebih maju atau lebih tinggi dari Puan. Puan melihat Ganjar itu tak sopan, karena melangkahi dirinya di partai karena elektabilitasnya lebih tinggi darinya," kata dia.

"Gaya komunikasi Puan akan dianggap tak bagus. Karena akan memantik respons yang negatif dari publik kepadanya. Karena komunikasi yang baik saat ini bagi Puan adalah dengan cara menaikkan elektabilitas dirinya, dan tidak menyerang lawan politiknya," lanjutnya.

Menurut Ujang, jika Puan terus menyerang lawan politiknya, maka akan membangun persepsi yang kurang baik. Dia mencontohkan saat Giring Ganesha mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo lepas 320 Pemudik dengan Kereta. Foto: Dok. Pemprov Jateng

"Menyerang itu sesuatu yang tak baik dan itu akan membuat lawan politik menyerangnya baik. Lihatlah gaya Giring menyerang Anies, bukannya Giring dapat nilai plus, tapi dibenci oleh publik. Itu pun sama akan menimpa Puan, jika Puan terus menerus menyerang lawan politiknya," sebut Ujang.

Lebih lanjut, Ujang menambahkan, bisa saja serangan Puan ke lawan politiknya akan berpengaruh terhadap keputusan PDIP saat menentukan capres.

"Bisa saja sindiran tersebut sebagai bentuk ketakutan. Ketakutan dan tak siap ada kader lain yang elektabilitas lebih tinggi darinya. Dan itu bisa mengancam Puan dalam persidangan capres di internal PDIP," tutup dia.