Puan Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem saat Arus Mudik: BMKG Harus Beri Info Akurat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Antrean sejumlah truk menunggu kapal yang kesulitan berlabuh akibat cuaca buruk di Dermaga Pelabuhan Eksekutif Merak, Kota Cilegon, Banten, Rabu (4/12/2024). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Antrean sejumlah truk menunggu kapal yang kesulitan berlabuh akibat cuaca buruk di Dermaga Pelabuhan Eksekutif Merak, Kota Cilegon, Banten, Rabu (4/12/2024). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO

Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan soal potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi selama arus mudik Idul Fitri 1446 H. Dia mengusulkan agar dipasang papan informasi digital di sekitar rest area dan terminal transportasi umum guna memberikan informasi cuaca kepada pemudik.

Selain menyediakan papan informasi, kesiapan infrastruktur selama mudik perlu diperhatikan. Sebab keselamatan para pemudik adalah prioritas utama.

“BMKG harus terus memperbarui informasi cuaca secara akurat dan cepat. Masyarakat harus mendapatkan peringatan dini agar bisa mengambil keputusan perjalanan yang lebih aman,” ujar Puan dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (28/3).

“Keselamatan para pemudik harus menjadi prioritas utama. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan kesiapan infrastruktur, transportasi, dan sistem informasi agar masyarakat bisa mudik dengan aman di tengah ancaman cuaca ekstrem,” lanjut dia.

Ketua DPR RI Puan Maharani menjawab pertanyaan awak media saat dijumpai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/10/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Puan menyarankan kepada seluruh stakeholder untuk mengambil berbagai langkah antisipasi guna menghadapi cuaca ekstrem. Salah satunya, memperbaiki sistem drainase di ruas jalan utama serta memastikan keamanan infrastruktur.

“Kita berharap agar pembangunan tanggul di daerah rawan longsor segera diselesaikan, dan pemerintah perlu pula memastikan jembatan serta rel kereta api dalam kondisi aman,” ucap Puan.

Khusus daerah rawan kecelakaan dan bencana, Puan menyarankan, agar menambahkan personel penjagaan dari kepolisian serta posko darurat untuk tempat evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Pengamanan jalur mudik harus lebih diperketat, termasuk penambahan personel kepolisian di titik-titik rawan kecelakaan dan bencana. Pemerintah juga perlu menyiapkan posko darurat di wilayah yang berisiko tinggi agar evakuasi dapat dilakukan dengan cepat jika diperlukan," lanjutnya.

Petugas melintas di samping mobil yang tertimpa pohon tumbang setelah hujan deras disertai angin kencang di kawasan Kebon Sirih, Jakara Pusat, Selasa (18/3/2025) dini hari. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Puan mengimbau pemudik untuk mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan jauh. Mulai dari memastikan kendaraan dalam kondisi aman, kesehatan dalam kondisi prima dan tidak memaksakan perjalanan selama hujan lebat atau pun angin kencang.

"Kita semua tentu berharap arus mudik tahun ini berjalan lancar. Maka keselamatan harus tetap menjadi prioritas. Mari kita bersama-sama bersiap dan selalu waspada agar perjalanan mudik bisa tetap nyaman dan aman," tutup Puan.

Rombongan pemudik asal Bekasi menyantap hidangan bekal berbuka puasa di sekitar rest area KM 429A Ungaran, Tol Semarang-Solo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/3/2025). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO

Sebelumnya, BMKG memperkirakan adanya potensi cuaca ekstrem selama saat masa mudik Lebaran 2025. Dari data satelit BMKG, cuaca ekstrem akan reda di masa arus balik Lebaran.

Potensi curah hujan tinggi terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali-NTB-NTT, Sulawesi, Maluku, dan Papua.