Cover story- Lipsus Gunungkidul

Pulung Gantung, Teror di Gunungkidul

17 Mei 2021 9:29
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
2018, malam. Sarjono, warga Dusun Some, Gunungkidul, Yogyakarta sedang asyik-asyiknya menonton laga sepak bola di televisi. Tiba-tiba jerit melengking memecah perhatian Sarjono. Bukan sorakan gol, melainkan teriakan histeris adik perempuannya dari dapur di belakang rumah.
Tanpa ba-bi-bu, Sarjono langsung melesat, meninggalkan tontonan yang sedang seru-serunya. Begitu sampai di dapur, Sarjono tercekat. Adik perempuannya menangis hebat, sementara di atas amben, keponakannya yang masih gadis tergantung di langit-langit.
Sarjono lalu ingat, dua hari sebelumnya, si keponakan sudah menunjukkan gelagat aneh. Ia selalu mengikuti Sarjono, seperti ingin bercerita sesuatu, tapi urung karena ragu.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Bertahun-tahun kasus bunuh diri di Gunungkidul dikaitkan dengan fenomena Pulung Gantung. Padahal depresi dan masalah ekonomi jadi faktor utamanya. Apakah kemunculan si bola api hanya pelarian? Simak selengkapnya di daftar konten.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten