PVMBG Temukan Dataran Diduga 2 Pulau Baru di Sekitar Anak Krakatau Usai Erupsi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mendeteksi adanya dua bentukan daratan yang diduga sebagai pulau baru di sekitar Gunung Anak Krakatau. Temuan tersebut terlihat berdasarkan evaluasi citra satelit Sentinel setelah erupsi yang berlangsung selama sekitar 25 jam pada 4-6 September 2026.
Kepala Pusat PVMBG Rita Susilawati mengatakan, berdasarkan evaluasi citra satelit Sentinel, terdapat penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau.
"Memang terlihat penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau di sektor barat laut - barat - barat daya sebagai akibat pembentukan aliran lava hasil erupsi menerus selama 25 jam tanggal 4 - 6 September 2026. Besaran penambahannya setelah kami hitung sebesar 32.8 ha," kata Rita saat dikonfirmasi awak Kumparan, Rabu (23/9).
Informasi yang beredar mengenai munculnya daratan baru di sekitar Gunung Anak Krakatau di media sosial, disebutkan bahwa daratan tersebut disebut memiliki luas sekitar 30,3 hektare dan berada di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung.
Namun, berdasarkan evaluasi Badan Geologi, penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau yang dihitung melalui citra Sentinel mencapai 32,8 hektare.
Selain penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau, citra Sentinel juga menunjukkan adanya dua bentukan lain yang berada di sekitar gunung tersebut.
"Berdasarkan Citra Sentinel juga terdekteksi adanya "gumuk pulau kecil" di sebelah barat laut dan tenggara dari tubuh Gunungapi Anak Krakatau, yang diduga sebagai pulau baru," ujar Rita.
Rita mengatakan, kemunculan dua bentukan tersebut kemungkinan berkaitan dengan erupsi yang berlangsung selama sekitar 25 jam.
"Kemunculannya 'kedua pulau' tersebut mungkin berkaitan dengan erupsi menerus selama sekitar 25 jam. Erupsi tersebut kami interpretasikan menunjukkan adanya suplai magma baru yang relatif lebih encer. Salah satu dugaan yang sedang dikaji ialah magma mencapai permukaan melalui jalur bukaan yang memanjang dari barat laut ke tenggara, sehingga material erupsi dapat membentuk daratan di lokasi lain dekat tubuh gunung. Ini masih dugaan, bukan kesimpulan ahli," jelasnya.
Dengan demikian, PVMBG belum memastikan asal maupun sifat dua bentukan yang terdeteksi di sebelah barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau tersebut. Penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum bentukan tersebut dapat dinyatakan sebagai pulau baru dan dikaitkan secara pasti dengan proses erupsi.
