kumparan
11 Agustus 2018 11:23

Ragam Modifikasi Motor Ramah Difabel Ala Catur Bambang

Catur Bambang, Bengkel Difabel,
Catur Bambang, pendiri bengkel difabel di Ciputat, Kamis (9/8). (Foto: Tommy Wahyu Utomo/kumparan)
Dari sebuah ponsel yang ada di genggaman tangannya, Catur Bambang (45) menunjukkan ragam modifikasi motor untuk difabel yang pernah dia buat. Jenisnya berbeda-beda. Ada yang hanya beroda tiga, ada yang memiliki tempat khusus untuk kursi roda di atas motor, dan masih banyak jenis modifikasi lainnya.
ADVERTISEMENT
“Kita enggak hanya mengembangkan satu contoh doang. Mulai dari tiga roda sampai akses untuk kursi roda. Jadi ada 7 hingga 8 model yang kita kembangkan,” sebut pria asal Surabaya itu kepada kumparan, Kamis (9/8).
Catur, begitu dia akrab disapa, mendirikan bengkel difabel ‘Modifikasi Roda Tiga’ sejak 2004. Bengkel tersebut dia dedikasikan untuk para difabel yang kesulitan bermobilisasi karena keterbatasan.
Modifikasi, motor roda tiga, difabel, buser, Catur Bambang
Catur Bambang (45) Pendiri Bengkel untuk Difabel, saat memodifikasi motor roda tiga di kawasan Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (9/8/2018). (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
Dia mengaku hafal betul berbagai kebutuhan para pelanggannya. Sebagai sesama difabel, Catur menyelami ragam kebutuhan orang-orang yang serupa dengannya.
“Dari polio, amputasi, paraplegia, spastik. Saya tahu persis rangkaian motor yang mereka butuhkan,” sebut pria yang hobi memancing itu.
Oleh sebab itu, Catur menyediakan jasa modifikasi dalam macam-macam rupa. Pengerjaannya pun memakan waktu yang berbeda. Normalnya, empat hari untuk motor roda tiga. Namun, bisa jadi satu pekan atau lebih bila ditambah kursi roda atau piranti pendukung kebutuhan lainnya.
ADVERTISEMENT
“Ada yang sarafnya tidak berfungsi sehingga ditambah kursi kecil di motor,” kata Catur bercerita sembari menunjuk kursi kecil yang dia maksud.
Modifikasi, motor roda tiga, difabel, buser, Catur Bambang
Catur Bambang (45) Pendiri Bengkel untuk Difabel, saat memodifikasi motor roda tiga di kawasan Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (9/8/2018). (Foto: Tomy Wahyu Utomo/kumparan)
Dari tahun 2004 hingga saat ini sudah tidak terhitung berapa jumlah motor yang telah dimodifikasi Catur di bengkel difabel miliknya. Tanpa kedua kaki, Catur mengelas, menyesuaikan konstruksi, hingga akhirnya terbentuklah karya modifikasinya. Dengan bantuan sebuah kursi kotak kecil, dia melakukan segala aktivitas tersebut.
Catur Bambang, Bengkel Difabel,
Catur Bambang, pendiri bengkel difabel di Ciputat, Kamis (9/8). (Foto: Tommy Wahyu Utomo/kumparan)
Meski lelah kerap kali melanda, hatinya sungguh bahagia bila bisa bermanfaat bagi sesama.
“Pertama kali yang berhasil (dimodifikasi) sudah 15 tahun dipakai dia, senang dia. Dari terkurung di rumah tiba-tiba dia bisa ke mana-mana sendiri tanpa bergantung dengan orang lain. Dan itu terjadi sama teman-teman yang lain semua,” kenang Catur.
ADVERTISEMENT
Rasa puas hinggap pada diri Catur. Dia akan terus mengembangkan usahanya itu karena motivasi dalam dirinya teruslah hidup. Dia ingin agar orang-orang yang bernasib sama dengannya bisa percaya diri dan mandiri dengan motor hasil modifikasinya.
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan