Raja Kasino Makau Stanley Ho Meninggal Dunia

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stanley Ho. Foto: REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Stanley Ho. Foto: REUTERS

Stanley Ho yang dikenal sebagai raja kasino di Makau, China, meninggal dunia di usia 98 tahun. Dia memiliki berbagai kasino di Makau dan didaulat salah satu orang terkaya di Asia.

Diberitakan Reuters, kematian Ho diumumkan oleh televisi pemerintah China, CCTV, pada Selasa (26/5). Sesaat setelah berita kematiannya, saham perusahaan utamanya, SJM Holdings Ltd, naik pesat.

Lahir di Hong Kong, Ho memiliki empat istri dan 17 anak. Tahun lalu Ho masuk ranking ke-17 dari 20 daftar orang terkaya di Asia. Dari gurita bisnis kasino di Makau, pria penggemar dansa ini memiliki kekayaan hingga Rp 219 triliun.

Ho tiba di Makau sebagai orang miskin dengan modal di kantung hanya 10 Hong Kong dolar. Dia kemudian mendapatkan pekerjaan di pemerintahan Makau sebagai petugas barter dengan Jepang.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Ho memberanikan diri membuka perusahaan dagangnya sendiri dan dia menjadi miliarder.

Stanley Ho. Foto: REUTERS

Ho kemudian memenangkan tender membangun kasino pertama di kota Makau dari pemerintahan Portugal pada 1962. Ho kemudian mengembangkan bisnisnya ke perhotelan, sewa helikopter, hingga pacuan kuda. Salah satu hotel terbesarnya adalah Grand Lisboa.

Perusahaan utamanya, SJM Holdings Ltd, memiliki valuasi hingga USD 6 miliar. Anak-anak Ho juga tumbuh menjadi pengusaha kasino dan hotel seperti dirinya.

Putrinya Pansy Ho memiliki hotel MGM China dan putranya Lawrence Ho adalah CEO Melco Resorts & Entertainment.

Walau dikenal sebagai raja kasino, ironisnya Stanley Ho justru menasihati anak-anaknya untuk tidak berjudi.

"Saya selalu mengatakan kepada anak-anak dan sahabat saya: 'Demi kebaikanmu, jangan pernah berjudi terlalu besar dan jika kau bisa menghindarinya, jangan pernah berjudi sama sekali," kata Ho dalam wawancara dengan Far Eastern Economic Review pada 1999.