Raja Keraton Agung Sejagat Punya Bisnis Angkringan di Sleman

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di rumah kontrakan raja Purworejo di Dusun Berjo Kulon RT 5 RW 4, Desa Sidoluhur, Sleman, DI Yogyakarta
 Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di rumah kontrakan raja Purworejo di Dusun Berjo Kulon RT 5 RW 4, Desa Sidoluhur, Sleman, DI Yogyakarta Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Mengaku sebagai Raja Keraton Agung Sejagat Purworejo, Toto Santosa, ternyata hanya berbisnis angkringan di rumah kontrakannya di Berjo Kulon RT 5 RW 4, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Toto pindah ke Sidoluhur setelah beberapa waktu tinggal di Kecamatan Seyegan, Sleman. Toto diketahui memiliki bisnis nyeleneh Jogja Development Commitee (DEC) dan sederet koperasi yang keuntungannya tidak masuk akal.

Kasi Pemerintahan Desa Sidoluhur, Adi Arya Pradana, mengatakan Toto bersama kelompoknya setahun terakhir berbisnis angkringan di samping kontrakannya.

“Bisnisnya enggak lancar. Selama ini mereka kedoknya bertahan lama di angkringan di situ, mereka beralasan membangun juga,” kata Adi ditemui di Pemdes Sidoluhur, Rabu (15/1).

“Kita tanya ini mau dibikin apa, ini untuk angkringan untuk nongkrong bisa katanya. Secara resmi mereka belum membuka angkringan baru pembangunan saja,” katanya.

Lantaran curiga setahun tak kunjung buka, pemdes pun mengetes Toto. Salah seorang warga berpura-pura membeli tetapi ternyata belum siap.

“Kami pernah mencoba ada beberapa teman yang pura-pura jadi konsumen ternyata ditolak karena belum siap. Itu sudah seperti cara mereka mengelabui kita. Rumah ramai karena ada anggotanya itu,” ujarnya.

Sementara itu seorang warga yang rumahnya tak jauh dari rumah Toto, Niken Pujilestari mengatakan Toto ini sering bikin sesajen bersama kelompoknya tiap malam. Niken juga bahkan pernah mendengar soal bisnis Jogja DEC yang dulu digeluti Toto.

“Tiap malam terganggu bau sesajen. Dia nyalain sesajen,” katanya.

“Jogja DEC sempat dengar, saya cari info ternyata pimpinan DEC. 2018 itu, kalau (nawarin) ke saya enggak,” katanya.

kumparan post embed