Rakit yang Ditumpangi Pelajar di Lebak Terbawa Arus Sungai Ciberang

Rakit penyeberangan yang ditumpangi pelajar SMP dan SD di Lebak nyaris terseret arus karena secara tiba-tiba Sungai Ciberang meluap.
Penarik tambang rakit itu adalah anak salah satu sekolah dasar (SD) yang juga ikut menyeberang. Dia tidak memiliki tenaga yang kuat mengendalikan rakit itu.
"Kami merasa ketakutan jika sekolah menyeberang menggunakan rakit, karena sempat nyaris terseret arus dan khawatir menimbulkan kecelakaan," kata Dita, seorang pelajar SMPN 4 Sajira di Lebak, seperti dilansir Antara, Rabu (5/2).
Kondisi rakit sempat goyang dan berputar-putar di tengah sungai, sehingga para pelajar panik dan nyaris terseret air.
Beruntung kejadian rakit berputar-putar itu tidak begitu lama dan penumpang rakit bisa ke tepi sungai.
"Meski kami selamat di atas rakit penyeberangan itu, tetapi ketakutan jika mau pergi ke sekolah," ujar Dita menjelaskan.
Begitu juga pelajar lainnya, Angelina mengaku jika menyeberang rakit, dia berusaha meminta penarik tambang orang dewasa agar tenaganya lebih kuat untuk melawan arus sungai.
Banjir bandang Lebak pada awal tahun 2020 membuat jembatan gantung di Desa Tambak Kecamatan Cimarga yang menghubungkan Kecamatan Sajira terputus. Walhasil, para pelajar terpaksa menggunakan rakit penyeberangan dari dan menuju sekolah ke rumah mereka masing-masing, karena tidak ada jalan alternatif lainnya.
Ketua Kesiswaan SMPN 4 Sajira Subur mengatakan, pelajar yang terdampak bencana banjir bandang itu tercatat 75 siswa dan mereka jika pergi ke sekolah menggunakan rakit penyeberangan.
