Ramai Pria di Klaten Tak Mempan Ditembak Polisi, Ini Fakta Sebenarnya

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses pengamanan ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) di Wilayah Kec Pedan Kab Klaten. Foto: Instagram/@sabhararesklaten
zoom-in-whitePerbesar
Proses pengamanan ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) di Wilayah Kec Pedan Kab Klaten. Foto: Instagram/@sabhararesklaten

Ramai di media sosial, seorang pria tak mempan ditembak polisi. Pria itu dengan lantang menantang polisi sambil membawa sebilah pedang. Sejumlah polisi berusaha menangkap pria itu.

Setelah ditelusuri, video itu merupakan proses mengamankan warga yang mengalami gangguan jiwa.

Pria bernama Agus itu mengamuk di Desa Kendungan, Pedan, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (7/3). Agus yang diketahui merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) mengamuk sambil membawa katana (pedang samurai).

Proses pengamanan ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) di Wilayah Kec Pedan Kab Klaten. Foto: Instagram/@sabhararesklaten

Polisi yang mendapat laporan dari warga langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan Agus. Momen penangkapan itu diunggah di akun instagram resmi Uni Sabhara Polres Klaten, @sabhararesklaten.

Dari video yang diunggah, Agus yang mengenakan baju merah tampak memegang katana dan sarungnya sambil menantang polisi. Dia tahu betul polisi ingin menangkapnya.

Polisi semula berupaya melumpuhkan Agus dengan lebih dulu menjatuhkan katana. Setiap polisi memegang kayu dan bambu panjang, tapi upaya itu tak kunjung berhasil.

"Orak iso... (tidak bisa)," teriak Agus.

instagram embed

Polisi akhirnya memutuskan melumpuhkan Agus dengan tembakan gas air mata. Tembakan gas air mata merupakan tembakan sejenis semprotan merica yang berefek pada pedihnya mata, lalu kulit terasa panas.

Saat Agus mulai lengah akibat efek tembakan gas air mata, polisi lalu menyergapnya.

Setelah ditangkap, Agus langsung dibawa ke RSJD Soedjarwadi. Lalu, katana yang dipakai Agus diserahkan ke Polsek Pedan.