News
·
11 Mei 2021 15:01

Ramai soal Kabar Idul Fitri 12 Mei, BMKG Beri Penjelasan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ramai soal Kabar Idul Fitri 12 Mei, BMKG Beri Penjelasan (3030)
searchPerbesar
Ilustari melihat hilal. Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Kementerian Agama baru mengelar sidang isbat penentuan 1 Syawal 1442 Hijriah pada Selasa (11/5) sore. Tapi, siang ini, sudah ramai bahwa Idul Fitri akan jatuh pada Rabu, 12 Mei 2021.
ADVERTISEMENT
Dasar yang dipakai, yakni unggahan BMKG soal posisi ijtima atau bulan baru pada 11 Mei 2021 dan 12 Mei 2021. Berikut postingan itu.
Dalam postingan itu, tampak pada 11 Mei 2021, posisi hilal masih -5,61 derajat di Jayapura dan -4,37 derajat di Pelabuhan Ratu. Kemudian, umur bulan masih -10,54 jam di Merauke dan -7,22 jam di Sabang Aceh.
Sedangkan, untuk posisi pada 12 Mei 2021, posisi hilal pada 4,48 derajat di Merauke Papua dan 6,05 derajat di Sabang, Aceh. Lalu umur bulan 13,45 jam di Merauke dan 16,78 jam di Sabang, Aceh.
Untuk menentukan sebuah hilal dapat dikatakan terlihat dan masuk di bulan baru hijriah, tinggi hilal minimal 2 derajat dan umur bulan minimal 8 jam. Dengan kondisi ini, banyak pihak menilai, 1 Syawal 1442 H jatuh pada 12 Mei 2021.
ADVERTISEMENT
Untuk meluruskan kabar itu, Kasubag Humas BMKG Taufan mengatakan, banyak pihak salah mengutip atau mengartikan postingan itu.
Sebab, hilal baru bisa dilihat sore hari atau menjelang magrib. Sehingga bulan baru kalender hijriah pasti ditentukan sehari setelah hilal terlihat.
Ramai soal Kabar Idul Fitri 12 Mei, BMKG Beri Penjelasan (3031)
searchPerbesar
Petugas BMKG Aceh Besar mempersiapkan teleskop untuk memantau hilal penetapan awal Ramadhan 2021 di pesisir pantai Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Senin (12/5). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
"Tanggal 12 dalam rilis kami memang menyebutkan akan nampak hilal, namun nampak hilalnya tentunya sore/menjelang magrib tanggal 12. Namun banyak yang menyimpulkan karena nampak hilal tanggal 12 maka 1 Syawal jatuh pada 12 Mei. Padahal batasan untuk penanggalan hijriah setelah matahari tenggelam, jadi setelah matahari tenggelam tanggal 12 besok Rabu sudah memasuki bulan baru hijriah," jelas Taufan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/5).
"Secara astronomi tinggi hilal sore hari ini di seluruh Indonesia adalah minus (-), maka pengamatan hilal tanggal 11 tidak akan nampak hilalnya sehingga tanggal 12 masih bulan Ramadhan," tambah Taufan.
ADVERTISEMENT
BMKG memang berkompeten dalam melakukan observasi atau rukyatul hilal [mengamati bulan sabit tanda memasuki bulan baru]. Meski begitu, keputusan penetapan bulan baru hijriah dalam hal ini 1 Syawal 1442 H tetap ada di tangan Kementerian Agama.
"Masih terlalu prematur menyimpulkan, secara resmi pasti kami akan menyampaikan ke Kemenag RI," ucap Taufan.